
ini adalah malam dimana aku dicabik-cabik bidadari kesunyian
bidadari yang terlahir dari persetubuhan rinduku rindunya dulu.
aku masih memegang tubuh rinduku,
dia, lalu merayuku.
aku menghisap zat yang membuatku terisak,
terisak, di hamparan permai benih-benih yang telah mati.
bidadari, engkau memberiku apa?
lalu dia menghilang, meninggalkan kata: "ini zat miliknya.."
lalu, aku sadarku tersayat,
aku berkata apa,
"kau yang di sana, seperti candu, membuatku sakaw, tersiksa akan rindu, akan sebuah halus mesra kenangan masa lalu, aku tak 'kan pernah berhenti,saat ku sakit, justru semakin dalam ku tenggelam ( ku tak mau mengakuinya dulu ), saat itu aku takut dalam cinta"
aku tersadar dari pembiusan,
ada 'sebuah karya picisan' ( semoga kau ingat)
dan aku tahu, malam ini begitu sepi.


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.