Rabu, 08 Juni 2016

Ketika Kau Telah Pergi

Sekarang, ketika engkau telah benar-benar pergi.
Mungkin hanya sederet kenangan saat bersamamu dululah yang bisa menjadi pembendung air mataku.

Kau tahu?
Dalam malam-malamku saat kau mendekati waktumu, ku beranjak agak jauh darimu.

Bukan karena aku tak sayang kepadamu...
Namun terlebih karena aku takut. Takut akan perasaan sayangku menjadikanku lemah.

Aku tak ingin menjadi lemah saat kau lihat nanti.

Aku tak ingin kau menjadi iba, seperti ketika aku masih kecil dulu.
Walau begitu, sebesar apapun kekuatanku nanti. Sedewasa apapun diriku nanti. Aku tetap cucu kecilmu.

Kau tahu? Saat ini aku merindukan masa-masa kita dahulu.
Masa saat aku belum punya kamar dan tidur bersamamu.
Masa dimana kau selalu memberiku uang untuk jajan.
Masa dimana kau membelikanku cemilan walau kadang ku tak lapar.
Masa dimana kau memintaku mengantarmu.
Masa dimana kau membujukku ketika aku merajuk.

Aku memang tak bisa menjadi cucu yang baik untukmu.
Namun di kesendirianku,
Aku masih cucu kecilmu.

Aku mungkin tak meneteskan air mataku,
Saat kau sakit, saat kau tak ada,
Bahkan saat tanah itu menutupi seluruh ragamu.
Namun, semua itu adalah kebohongan jika aku tak sedih.
Dulu kau tak kan lihat apa yang tak pernah kau lihat.

Sekarang, di alam sana, ku harap kau mengerti betapa rapuhnya perasaanku saat ini.
Perasaan menyesal karena ku membuang kebaikan yang harusnya ku berikan kepadamu.
Perasaan kesal karena aku tak bisa jadi orang yang baik untukmu...

Perasaan kehilangan.
Sekarang kau telah pergi.

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...