Tiap kali aku melihatmu di sisi gedung sana
Dengan jaket biru muda dan rambutmu yang terurai,
Selalu aku terpana akan wajah yang tak pernah ingin aku acuhkan
Ialah itu paras manismu…
Tiap kau selalu ada di sisi gedung itu,
Bersandar pada kokohnya dinding yang menghapuskan sejenak keluhmu,
Aku kembali teringat,
Tentang cinta yang selalu kau ceritakan di dunia itu
Dan tentang kerumitan yang coba kau sulamkan sendiri dalam mimpimu.


