Rabu, 23 Januari 2013

Santai San thai


Ribuan tahun yang lalu di daratan china….
Seorang biksu sedang menempuh perjalanan ke barat bersama 3 orang muridnya. 

Perjalanan yang bukan sekedar perjalanan, namun juga pendidikan mental dan kepribadian. Dimana setiap kejadian yang dilaluinya menjdi petuah yang berharga. Murid-muridnya di ajari tentang ilmu kerohanian. Tentang keDEWAsaan, dan juga tentang budi pekerti. Dalam proses perjalanannya, sering terjadi kontak fisik yang menimbulkan pertikaian dan juga kebosanan. Namun, tak bosan-bosannya pula si biksu menasehati murid-muridnya dengan petuah-petuahnya. Sebuah petuah yang berbunyi…

“san chai.. san chai.. san chai..,
kosong adalah wujud,
wujud adalah kosong,
kosong tak ada bedanya dengan wujud,
wujud tak ada bedanya dengan kosong…
san chai.. san chai.. sanchai…”

sebuah petuah yang kemudian menjadi legenda dan menembus batas ruang waktu…
……………………………………..

Ribuan tahun berlalu, setelah zaman biksu itu.
Di sebuah ruang perkuliahan.

Sesosok tubuh berpakaian resmi tampak duduk di kursi sebuah ruangan. Sedangkan di depannya tampak wajah-wajah muridnya yang menantinya dengan antusias. Tubuh resmi itu pun mengucapkan salam, dan menjelaskan sesuatu. Murid-muridnya tampak terpesona dengan hal yang tubuh itu jelaskan.

Hari berganti hari, makin lama kekaguman itu berganti kejenuhan. Tubuh itu menjadi wajah datar yang menyanyikan lagu yang sama dan membosankan. Ruangan ini menjadi sauna waktu yang menggerahkan.

Suatu hari, tubuh itu tak hadir, dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, murid-muridnya dengan ‘cerda’s tetap mengisi daftar hadir. Minggu esoknya, tubuh itu hadir,dengan wajah yang sama, dan kedataran yang sama. Kehadirannya menjadi sebuah kekosongan di tengah kata yang tubuh itu ucapkan. Di tengah kejenuhan itu, petuah biksu yang dulu itu merasuk ke dalam hati seorang muridnya, di bibirnya terucap :

“santai… santai.. santai…
Kosong adalah isi,
Isi adalah kosong,
Kuliah kosong tetap isi presensi,
Kuliah isi diisi dengan omong kosong..
Santai.. santai.. santai… “

………….
GUBRRAAAKKK.!!!
………….

Thanks to : Peppy &Thoyib

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...