Ribuan
tahun yang lalu di daratan china….
Seorang
biksu sedang menempuh perjalanan ke barat bersama 3 orang muridnya.
Perjalanan
yang bukan sekedar perjalanan, namun juga pendidikan mental dan kepribadian.
Dimana setiap kejadian yang dilaluinya menjdi petuah yang berharga.
Murid-muridnya di ajari tentang ilmu kerohanian. Tentang keDEWAsaan, dan juga
tentang budi pekerti. Dalam proses perjalanannya, sering terjadi kontak fisik
yang menimbulkan pertikaian dan juga kebosanan. Namun, tak bosan-bosannya pula
si biksu menasehati murid-muridnya dengan petuah-petuahnya. Sebuah petuah yang
berbunyi…
“san
chai.. san chai.. san chai..,
kosong
adalah wujud,
wujud
adalah kosong,
kosong
tak ada bedanya dengan wujud,
wujud
tak ada bedanya dengan kosong…
san
chai.. san chai.. sanchai…”
sebuah petuah yang kemudian menjadi legenda dan menembus
batas ruang waktu…
Ribuan
tahun berlalu, setelah zaman biksu itu.
Di
sebuah ruang perkuliahan.
Sesosok tubuh berpakaian resmi tampak duduk di kursi sebuah
ruangan. Sedangkan di depannya tampak wajah-wajah muridnya yang menantinya
dengan antusias. Tubuh resmi itu pun mengucapkan salam, dan menjelaskan
sesuatu. Murid-muridnya tampak terpesona dengan hal yang tubuh itu jelaskan.
Hari berganti hari, makin lama kekaguman itu berganti
kejenuhan. Tubuh itu menjadi wajah datar yang menyanyikan lagu yang sama dan
membosankan. Ruangan ini menjadi sauna waktu yang menggerahkan.
Suatu hari, tubuh itu tak hadir, dan tanpa pemberitahuan
sebelumnya. Namun, murid-muridnya dengan ‘cerda’s tetap mengisi daftar hadir.
Minggu esoknya, tubuh itu hadir,dengan wajah yang sama, dan kedataran yang
sama. Kehadirannya menjadi sebuah kekosongan di tengah kata yang tubuh itu
ucapkan. Di tengah kejenuhan itu, petuah biksu yang dulu itu merasuk ke dalam
hati seorang muridnya, di bibirnya terucap :
“santai…
santai.. santai…
Kosong
adalah isi,
Isi
adalah kosong,
Kuliah
kosong tetap isi presensi,
Kuliah
isi diisi dengan omong kosong..
Santai..
santai.. santai… “
………….
GUBRRAAAKKK.!!!
………….
Thanks
to : Peppy &Thoyib



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.