
Aku melihat diriku, bukan lagi manusia.
Direkuh tangan-tangan binatang.
Inginku kembali di peluk-Mu.
Membuka orientasi tentang bingkai diri..
Karena ku pilihan-Mu.
Dan cinta, Ilmu pengetahuan.
Kehidupan.
Sosial.
Atau kolot.
Aku tahu,
Kau ciptakan logika.
Agar aku dipeluk-Mu.
Masih teringat,,,
Skenario-Mu, terangkanku.
Memperbaiki kehidupan(ku) yang (ku rasa) telah (di) rusak.
Menyelamatkan orang-orang yang ku sayangi.
Dan: :
"Nok, jika suatu saat kita bisa bertemu dan bersama,
aku harap kita di negeri yang sama.
Di jalan yang sama.
aku tak ingin kita jadi seperti semut yang berjalan di tepi-tepi rel yang berbeda....
Jika Dia beri aku kesempatan,
aku kan selamatknmu.
Sekarang, biar aku rintis jembatan kecil itu dan bawa kau kesini.
aku yakin bisa selamatkanmu nok".
Dan aku tahu:
“Tuhan takkan merubah kita sebelum kita yang merubahnya...
Sesusah apapun kehidupan, seburuk apapun kehidupan,
Walau seperti kecoa yang meronta-ronta dalam lubang hitam.
Aku yakin : tak ada kehidupan yang tak bisa diperbaiki”
Memang perjalanan hidup seperti ini.
Semua berasal dari yang tak ada,
”maafkan aku Tuhan....”
Direkuh tangan-tangan binatang.
Inginku kembali di peluk-Mu.
Membuka orientasi tentang bingkai diri..
Karena ku pilihan-Mu.
Dan cinta, Ilmu pengetahuan.
Kehidupan.
Sosial.
Atau kolot.
Aku tahu,
Kau ciptakan logika.
Agar aku dipeluk-Mu.
Masih teringat,,,
Skenario-Mu, terangkanku.
Memperbaiki kehidupan(ku) yang (ku rasa) telah (di) rusak.
Menyelamatkan orang-orang yang ku sayangi.
Dan: :
"Nok, jika suatu saat kita bisa bertemu dan bersama,
aku harap kita di negeri yang sama.
Di jalan yang sama.
aku tak ingin kita jadi seperti semut yang berjalan di tepi-tepi rel yang berbeda....
Jika Dia beri aku kesempatan,
aku kan selamatknmu.
Sekarang, biar aku rintis jembatan kecil itu dan bawa kau kesini.
aku yakin bisa selamatkanmu nok".
Dan aku tahu:
“Tuhan takkan merubah kita sebelum kita yang merubahnya...
Sesusah apapun kehidupan, seburuk apapun kehidupan,
Walau seperti kecoa yang meronta-ronta dalam lubang hitam.
Aku yakin : tak ada kehidupan yang tak bisa diperbaiki”
Memang perjalanan hidup seperti ini.
Semua berasal dari yang tak ada,
”maafkan aku Tuhan....”


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.