
Sungguh, dalam diriku ku kekang bayang senyummu
Meleburkan dia yang akan jadi sejarah.
Kaulah yang kini aku rindukan.
Dan apakah yang kau rasa kini?
Sungguh, aku takut memangkas jarakku denganmu.
Karena aku tak mengerti apa yang kamu rasa.
Dan ku tahu, ada orang lain yang kamu bayang.
Yang menebarkan benih-benih impian jadi kasih sayang.
Dan sekali lagikah aku memerankan bayang-bayang?
“Aku mencintaimu...”
Dan itu tersimpan rapat dihati.
Bibirku diam.
Kata-kata-Nya batasi aku.


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.