Suara kereta..
Membaurkan mimpiku melihatnya.
Dia, sungguh terasa ada,
senyumnya yang indah,
menawarkan sejuta pesona.
Dia, bersama lelaki membahanakan diri.
Membataskan aku memeluknya lagi,
dan ku terjaga, ketika ia memandangku kecut.
Mengganti haluannya di pemberhentian.
Bau angin sawah..
Permai, membawa haluan mimpiku padanya.
Dia tersenyum kepadaku di samping ayahnya. Tanganku, tiada terlihat merangkul bahunya.. Terlahir nasihat agar dia tahu. Dan aku terjaga saat aku kan pergi..
Membawa sepedaku merajut mimpiku untuknya.
Ku serahkan sementara pada 2 malaikat itu.
Ku belum mau tertidur lagi.


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.