Semarang, 25 Juli 2011.
langit berparas cerah hari ini, ku lihat mentari dengan bangga menampakkan senyumnya. seolah-olah menjadi panorama penyambutan acara kami, KKL matematika angkatan 2009 ke Jakarta dan Bandung. Ini kali pertama aku piknik bareng teman-temanku, hehehe.. walaupun disebut KKL yang artinya adalah Kuliah Kerja Lapangan, faktanya, tak ada yang namanya Kuli dan payah, yang ada hanya senang-senang,hehehe...
kami bertolak dari semarang menuju jakarta pada pukul setengah empat sore, seperti biasa, sebelum keberangkatan, pasti ada yang namanya foto-foto, narsis-narsisan dan sebagainya.. namanya juga masih muda. Setelah sesi foto-foto, dan upacara pemberangkatan oleh Pak Arief, bus pun melaju menuju jakarta.
Dalam bus, bermuara keceriaan, ada yang baru jadian, yaitu Atik dan Apri. Selamat yach...
sebelumnya terdengar kabar kalau kami akan makan malam di pemalang. Begitu mendengar pemalang, langsung terbayang nasi grombyang, hmm.. nyam nyam.. namun, apa lacur, makan malam malah di Batang, tepatnya di daerah Gringsing.. yach.... tak apalah daripada tidak sama sekali. Kami berhenti di Gringsing sekitar pukul 6 sore, saat-saat hampir maghrib.
Makan malam pun usai, kami kembali melaju ke jakarta setelah shalat isya. Aku hampir tak bisa tidur, kadang tidur, kadang bangun, ada pemandangan menarik di daerah Brebes, ku lihat deretan lampu sawah tertata rapi bagaikan lautan bintang di langit...
..........
26 Juli 2011,
Waktu terus berjalan, sekitar pukul 5 pagi, kami sampai di tempat transit kami, di Asrama Haji Embarkasi Bekasi. Kami datang hanya untuk check-in, dan setelah itu kami harus langsung ke objek KKL, di Labschool kebayoran, dekat dengan Universitas Negeri Jakarta. Sama seperti pikiran teman-teman, semuanya berharap, kalau acara di kebayoran cepat berakhir, karena setelah itu kami akan ke dufan, ehehhe...
Singkat kata, kami sampai di labschool, wow.. suasananya memang menyenangkan, gedungnya juga bagus, dan ku rasa sistemnya juga bagus. Ada banyak pembicaraan di dalam forum ini, satu yang dapat aku tangkap, labscooh sebuah sekolah yang menyenangkan.
Akhirnya, acara pun selesai. Kami langsung lepas jaket almameter, dan bersiap ke Dufan Ancol. Dunia penuh wahana, yang baru kali ini aku kunjungi.
Sesampainya di sana, aku, apri dan wahyu langsung melakukan pemanasan dengan wahana : “histeria”. Jujur, sebenarnya aku takut, ehehhe.. dengan semboyan : “jangan sampai mati”, aku beranikan diri dan hasilnya...
Deg .. deg.. deg.. jantung berdetak kencang. Memang sich, saat kita dilempar ke atas, rasanya masih bisa di tahan, tapi saat di turunkan, rasanya jantung dan hati ini mau keluar dari mulut. Aku sampai gak berani nafas jal... deg deg deg...
Histeria selesai, selanjutnya ke kegiatan ini, roaller coaster. Hah? Deg deg deg, ini kali pertama aku naik, dan aku bahkan gak berani buka mata saat roaller coasternya mencapai titik maksimum... dan untung, semboyan “jangan sampai mati” bisa dipertahankan.
Puas dengan senam jantung, sekarang saatnya pendinginan, pilihannya kola-kola. Kalau ditempatku, hampir mirip dengan ombak banyu. Walau ini terlihat ringan, tapi mirip seperti histeria, aku nervous saat kola-kola diputar turun... Apri ajah hampir muntah.
Selesai dengan kola-kola, kami menuju ke sebuah wahana yang judulnya kalau di artikan adalah “perjalanan ke pusat bumi”. Ku tertarik soalnya banya sekali yang antri, sampai puanjaan bener. Akhirnya kami pun mengantri, ada banyak yang mengantri, dari yang berjenggot, berjilbab khas timur tengah, sampai, gadis cantik blasteran.
Ya, ada seorang gadis cantik blasteran mengantri di belakangku, kalau di lihat-lihat mungkin seumuran anak smp kelas 2 SMP. Dia bersama dengan ibu dan adiknya, kalau aku dengar-dengar dari percakapan mereka, kelihatannya mereka berasal dari jerman. Benar-benar putih dan cantik. Entah sengaja atau tidak, temanku, Hanifah mempotret aku, wahyu, apri dan juga fendra, namun juga ada gambar gadis itu.
Dan penantian wahana ini jadi tak membosankan mata.
Ternyata ini adalah wahana tiga dimensi, dengan kursi goyang dan kacamata tiga dimensi, kita dibuat seolah-olah mengalami hal yang ada dalam film wahana tersebut. Kecewa.
Namun, semangat sudah hampir habis terbakar. Ketika apri dan wahyu mengajakku main wahana air, aku menolak, aku gak bawa celana ugh.. dan ternyata, mereka pun basah kuyup di celana dan sebagian bajunya. Jadi dech, berjemur di panasnya dufan.
Waktu menunjukkan pukul 3 sore, kami keluar dari dufan dan menuju ancol. Tak ku kira ancol itu bagus juga, bayanganku, gak bedalah dengan pantai di kotaku, hehehe... sekitar jam setengah 5, kami pun cabut dari dufan menuju tempat pengganti acara malam : Monumen Nasional. Sayangnya kami sampai di monas setelah maghrib, otomatis kami hanya bisa melihat-lihat saja. Ini kali pertama aku makan kerak telor, sungguh, aku benar-benar penasaran, dan dengan banderol 13 ribu, aku lepas rasa penasaranku. Rasanya memang enak, tapi harganya terlalu mahal.
Dan bus pun kembali melaju ke Asrama.
Kami sampai di Asrama sekitar pukul 10 malam. Kamar yang luas dengan 6 Ranjang tingkat dua, dan satu kamar mandi ini berisi aku, apri, wahyu, dani dan juga wiwit.
Dan, malam pun semakin larut. Menghirupkan kantuk di mata kami.
..............
27 Juli 2011
Pagi menyambut kami cerah. Aku sudah bangun pagi jam 4, ku siap-siap dengan cepat, karena hari ini kami akan check out dari Asrama haji. Seperti biasa, selalu ada sesi foto-foto dan narsis-narsis di sini. Semua terlihat ceria.
Dan,sekitar pukul setengah 8, kami cabut dari Asrama menuju kota bandung. Menuju sebuah danau yang terkenal dengan legenda cintanya, Situ Patenggang. Katanya kalau kita punya dambaan hati, dan membawanya ke sini, maka cintanya akan abadi. Masalahnya, siapa yang akan aku bawa? Kan aku single,hehehe...
Benar-benar danau yang indah, dengan sejuta panorama dan sebuah pulau di tengah-tengahnya. Kami bertiga, plus atik, irdana, syifaul dan lainnya menyewa sebuah kapal untuk mencoba mengarungi danau ini.
Ada banyak kenangan di sini, dari kisah cinta, pendekatan, persahabatan, bahkan sampai hal absurd, menjadi warna penghias suasana gambar danau ini. Suatu saat aku pasti akan kembali ke danau ini lagi.
Sekitar jam 4, sore kami meninggalkan danau ini.
Bus pun melaju ke tempat wisata terakhir, Cibaduyut. Kami sampai di cibaduyut agak malam, sekitar pukul setengah tujuh malam. Bus berhenti dan parkir di Gaty. Sebuah pertokoan besar dengan barang-barangnya yang agak ‘wah’. Walau pun kami dapat kupon diskon, tapi tetap ajah gak bisa dipakai,hehehe... terus apa yang aku beli? Aku beli kue mochi sebagai oleh-oleh, terus aku juga beli satu buah kaos di gaty seharga 20 ribu, semangkuk siomay asli bandung, gantungan kunci dan.. sebuah Boneka doraemon. Dan karena boneka doraemon inilah, aku berkenalan dengan salah satu pegawai gaty, asli garut, dan pastinya berdarah sunda, namanya : “Ay”. Orangnya sih enak di ajak ngomong, murah senyum dan tambah lagi, sukanya ketawa mulu. Dan, dengan sigap, aku minta nomer hapenya, tentunya buat sms’san, hehhe...
Dan, waktu pula yang membuat semuanya usai.
Sekitar hampir pukul 10, semuanya di kumpulkan untuk pulang, ku lihat ada yang beli boneka gede, segede yang punya, ada yang repot-repot menenteng tas besar, entah apa isinya? Sampai ada yang gak beli sama sekali, hehehe..
Bus pun melaju meninggalkan cibaduyut. Sampai jumpa bandung...
Kota kembang bandung di malam hari mempersilakan kami untuk beranjak pergi. Wangi-wangi kembangnya menghiaskan jendela denga harumnya..
.............
28 Juli 2012, sekitar jam 8 pagi.
Bus pun sampai semarang. Dan, perjalanan ini : telah berakhir.
Sampai ketemu di jalan-jalan selanjutnya teman-teman..^_^.

.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)




.jpg)
