Sering kita menjumpai bahwa 100% untuk Tuhan, dan sisanya untuk kita. Berapa sisanya? 99, 98,... atau berapa? Ku ingat lagi, bahwa kita punya 99% dari 100% itu. Bagaimana pun Tuhan tidak akan merubah kehidupan kita sebelum kita yang merubahnya, dalam arti lain kita bisa punya 100%. Namun tetap 100% itu milik Tuhan,
karena Dia tak ada bandingannya di dunia ini. Kadang, kita sangat kesal karena kita hanya bisa 99% dan gagal 100% karena diambil olehnya 1%, namun aku ingin bercerita bagaimana kehilangan lebih dari satu persen itu indah buat kita.
karena Dia tak ada bandingannya di dunia ini. Kadang, kita sangat kesal karena kita hanya bisa 99% dan gagal 100% karena diambil olehnya 1%, namun aku ingin bercerita bagaimana kehilangan lebih dari satu persen itu indah buat kita.
Sebuah kisah.
Ketika Porsajur 2011, aku menghadapi lawan yang sangat ku kenal, anak kimia angkatanku. Satu hal, aku tak pernah kalah lawan dia dalam beberapa kali latihan, namun anehnya, aku justru kalah saat bertemu dia di final, dan itu 2 kali sekaligus. Bagaimana tidak kecewa? Aku kalah oleh lawan yang biasa aku kalahkan. Padahal, aku punya peluang 99% menang.
Kecewa? Jelas. Kekalahan yang menyakitkan. Namun, aku beruntung. Jika seandainya aku menang kala itu, namaku akan besar di MIPA dan itu berbahaya bagiku di kemudian hari. Kalau pun aku kalah, aku tahu dimana letak kekuranganku. Kekalahanku berbuah banyak prestasi di kemudian hari.
Sebuah kisah..
Dahulu, ayahku adalah orang yang cepat sekali pemarah dan agak ringan tangan. Kondisinya saat itu, beliau 100%, bahkan mungkin lebih. Beliau punya kekuatan fisik yang luar biasa, tidak mudah sakit walau malam-malam hanya bertelanjang dada, pernah jatuh dari motor, luka lumayan parah, namun bisa pulang sendiri tanpa di antar orang lain, melawan rasa sakit pada kepala, dan lolos dari itu, padahal saat itu tensinya mencapai 200 lebih. Dan, banyak hal lain yang menjadi kelebihan beliau tentang kekuatan fisiknya. Namun, dibalik kekuatan fisiknya, beliau merupakan orang yang keras terhadap keluarga jika sedang marah, ringan tangan, dan egois. Ini sifat buruk beliau, dari sifat baik yang ada pada dirinya.
Semua kekuatan yang mencapai 100% itu rubuh, kala beliau terserang stroke pada Agustus 2011. Aku yakin pada kekuatan beliau, kalau beliau dapat pulih 100%, hari berganti hari, beliau pun beranjak membaik. Namun, dalam pemulihannya, kekuatan beliau belum bisa pulih 100%. Beliau belum bisa berjalan secepat orang normal, belum bisa berbicara sejelas dulu, masih sering lupa dan kekuatannya, belum sehebat dulu. Ada kesedihan dalam hatiku, ketika melihat beliau yang seperti ini. Seburuk-buruknya beliau, tetap perasaan sayang dan cintaku kepadanya tidak bisa dibohongi. Namun, suatu hari, ibuku memberikan jawaban bijak tentang semua ini.
Ibuku bercerita, ketika itu, ibuku menonton tayangan curhat dari hati ke hati bersama mama dedeh, ada suatu jawaban luar biasa dari tayangan tersebut. Dalam tayangan itu, ada seorang ibu yang mengalami hal sama dengan ibuku, bahwa suaminya terkena stroke, dan belum bisa pulih 100%, dan yang lebih mengejutkan lagi, sifat suaminya hampir sama dengan sifat ayahku. Apa jawab mamah dedeh? Jawaban bijak darinya, bahwa hal tersebut adalah nikmat yang tersembunyi. Allah sengaja mengambil beberapa persen dari kekuatan suaminya, Allah mengambil sedikit tenaga yang ada pada tangannya, agar suaminya tidak lagi memukuli istrinya, Allah mengambil sedikit kekuatan ingatannya, agar tidak lagi memikirkan hal-hal yang buruk kepada istrinya, Allah mengambil sedikit kejelasan dalam intonasinya, agar tidak mengucapkan kata-kata kasar lagi pada istrinya, dan Allah mengambil kekuatannya, sebagai teguran dan kasih sayang-Nya pada suami dan istrinya..
Dan kini, suaminya menjadi lebih baik daripada dahulu. Walau harus kehilangan beberapa persen dari kekuatannya, kebahagiaan tak lah harus lahir dari segala yang 100%. Keluargaku pun, menjadi lebih harmonis daripada dahulu. Dia mengirimkan jawaban dengan cara yang begitu indah.
Bersyukurlah, walau Allah mengambil beberapa persen dari kita, jika kita ikhlas dan sabar, Dia akan mengganti lebih dari 100% dari yang kita miliki.
Thanks to : Allah SWT.



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.