Kamis, 01 Maret 2012

Romantisme di Pantai Senja (vfi…”)

Di suatu pantai yang batas tepinya adalah cahaya senja
Aku berduduk diam melamunkan wajahmu
Derai-derai ombak yang membasuh langkahku di pasirnya
Seperti sebuah sepi yang merasuk jauh ke dalam di hatiku
Yang datang karena kata-kata yang telah kau ucapkan.
Debar jantungku kian tak menentu saat aku mengingatmu
Dimana hanya  ada kemesraan yang kini telah pergi
Seolah menggambarkan burung camar yang pergi menyambut malam
Ku pun tenggelam dalam kepedihan kini…
Dawai-dawai biola angin yang menemani perasaanku
Membentuk nada-nada sepi yang tiada akan kau mengerti,
Walau ku telah tinggal lama di sini,
Tetaplah kau tak pernah di sini,
Bagaimana kau akan mengerti lagu yang aku nyanyikan?
Ku pun tenggelam dalam kepedihan kini…
Ku tulis sebuah puisi di pasir pantai senja ini,
Tentang kekagumanku kepadamu.
Tentang rangkaian kata cintaku untukmu,
Namun bagaimana kau akan mengerti?
Ku telah lama di sini,
Sedang kau bahkan tak di sini!
Dan puisi itu, kalimatnya hilang tersapu belai alami sang ombak.
Seperti pun sebuah cintamu cintaku,
Terhapus nyanyian sunyi,
Yang kau pun tak pernah mengerti.
Dan kepedihan melandaku kini…
Bunga-bunga yang terbawa arus sungai menuju laut,
Mengingatkan kepadaku akan merah bunga yang aku berikan padamu.
Saat kau akan menolak dan aku memaksamu…
Dan kau pun suka…
Kini dimana bunga itu?
Sedang kau pun tak tinggal di sini!
Cahayanya yang kian meredup membawaku merasakan dingin malam
Aku pun rindu akan cahaya hangat mentari pagi,
Atau cahaya elok sore hari.
Seperti pun ku rindu hangat yang kau berikan padaku.
Saat malam hening dan udara menjadi dingin.
Sekarang dimana peluk hangat itu?
Karena kau pun tak tinggal di sini!
Ku lihat langit yang telah berganti jadi malam
Di bintang-bintang yang bersinar,
Rasinya membentuk senyum wajahmu,
Namun kau tak ‘kan pernah tahu,
Karena bahkan kau pun tak pernah di sini!
Suasana yang membuatku merasakan puitis sekali.
Warna yang romantis tergambar di batu-batu yang aku lihat menjadi sandaran.
Sudah terkikis ganasnya ombak,
Sama seperti tempatku melabuhkan gelisahku di hatimu.
Yang sudah terkulai dayanya menahan perasaanku.
Karena kau pun tak di sini.
Langkah-langkahku di pasir sebelum ini,
Telah menjadi gambar tak beraturan.
Buruk rupa.
Jejak kakiku jadi hantaman sketsa yang hancur.
Seperti pula kenanganku bersamamu.
Tak berarti apa-apa bagimu.
Buruk rupa.
……. Dan memang semuanya seperti ini.
Pantai ini jadi sepi sekali.
Aku ingin di sini bersamamu.
Sayang, kau tak pernah mengerti.
Sedang kau pun tak pernah tinggal di sini!
…….
“Ada dimensi dimana kau datang.
Kau lihat, di pasir yang aku jaga saat aku duduk berdiam ini,
Ku tulis kau, vfi…”
………
Tapi kau menghapusnya.
Dan kau memang telah memilih tidak pernah tinggal di sini.
Aku pun sudah lelah berharap lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...