Jika aku bisa menjelajah waktu, aku ingin kembali ke masa lalu, tahun 1824, melihat apakah ada cerita cinta dramastis yang tak diangkat ke zaman ini, atau aku ingin ke masa depan, ke tahun 2418, melihat cerita cinta di masa itu, dan juga apakah cerita cintaku menjadi sejarah yang artistik di masa itu..”
.................................
Kau dan aku. Ya, kau dan aku adalah tokoh dalam sebuah cerita cinta. Aku adalah adalah sebuah tempat dimana aku terlihat gelap dari luar, namun aku bisa melihatmu. Kau tak bisa melihatku. Kau hanya bisa menerka aku seperti apa, namun kau tak bisa mengetahui aku seperti apa. Kau adalah cahaya. Cahaya yang menerangi sisi gelapku, yang membuatku terang, membuatku bersinar ditengah kesuramanku.
Apakah pertemuan kita adalah sebuah jodoh?
Jika sejarah adalah perulangan, apakah kita adalah perulangan dari Adam-Hawa?
.............................
Kita terlahir di dunia binatang. Di dunia yang kehidupannya, selayaknya binatang, binatang ternak. Dimana hukum bisa beli, cinta bisa ditukar dengan keping-keping emas, dan ketidakadilan hampir tidak pernah ada sepenuhnya.
aku memuat itu dalam diriku, memuat cerita tentang binatang dalam kelahiranku. Kemudian dari dunia binatang itu, aku masuk ke tempat yang gelap, ke tempat dimana kau tak bisa melihatku, namun aku menyaksikanmu. Sedang kau adalah manusia. Yang mengerti akan perintah-perintah sang pencipta di dunia sana, sedang aku adalah binatang yang bersembunyi di gelapnya tempat ini. Sampai akhirnya aku bertemu denganmu, dengan sesosok manusia yang membawaku dari tempat gelap itu, yang memberikanku cahaya di tempat itu. Kau adalah cahaya itu. Cahaya yang tumbuh ditempat yang berbeda denganku, cahaya yang menyala di kehidupan lain yang seharusnya kita tempuh.
.....................
Apakah di masa lalu ada cerita ini?
Apakah di masa depan akan ada cerita seperti ini?
Apakah di depan itu, cerita kita tercatat dalam tinta emas sejarah?
Apakah cerita kami berada di jalur yang Kau inginkan?
........................
Dan, kini kami telah bersama. Menempuh perjalanan hidup bersama, dari kehidupan selayaknya binatang ternak, kami belajar menjadi manusia, menempuh gelapnya malam, menelusuri dinginnya hari kala matahari pergi, dan akhirnya menemui cahaya matahari pagi. Cahaya yang membuat kami tak perlu bersembunyi lagi di dalam gua yang gelap.
............................
“Cerita yang ku tempuh ini adalah sebuah teka-teki dari tanda kelahiran kami. Aku melihat masa lalu dari teka-teki itu, dan aku ingin mengetahui jawaban dari teka-teki itu di masa depan...”


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.