"katanya... kalau kamu pingin tahu sifat asli temanmu... ajaklah dia naik gunung."
................................
rencana pendakian gunung ini sebenarnya berawal dari sebuah selentingan di message facebook. suatu hari temanku menginbox aku melalui fb, mengajakku mendaki gunung.
just kidding, but I have a dream for...
going to mountain :D.
jadi keinget pas semster awal aku kuliah, waktu di akhir semester, kita tinggal nunggu yudisium, dari teman-teman yang tadinya mau berangkat muncak itu ada hampir 10 orang, kemudian terpangkas menjadi hanya 3 orang, yaitu Apri, Wahyu dan aku. hari ini aku sudah belanja untuk perbekalan naik gunung, udah beli roti, aqua segala macam, eee..... H-1 Apri mendadak pulang ke rumah. T_T
it's not probelm for me. okay, ku memutuskan untuk meneruskan rencana mendaki meski tinggal aku dan wahyu,
dan... (ini yang tersedih) Wahyu tidak diizinkan oleh ibunya mendaki. PAS di HARI itu juga. tidaaaakkk!!
........................................
dan semua itu sudah berlalu, rencana muncak itu seolah-oleh hanya menjadi selentingan bercanda di saat kami bertemu, sampai pada akhirnya....
hal itu menjadi nyata.
.................
Impianku adalah mengajak phaney pacarku untuk naik gunung bersama-sama dengan teman-teman. namun, sepertinya Tuhan belum mengizinkan aku untuk membawa phaney turut serta. dia tak diizinkan karena ada kasus mahasiswa kecebur di kawah. :(
tapi impian harus tetap diwujudkan.
tanggal 5 Juni, aku sudah selesai dengan apa yang namanya pekerjaan, so it's time for have fun. aku mengkonfirmasi beberapa teman salah satunya adalah teman sekamarku dulu, Afif. sayang dia tidak ada kabar. tak tahu dimana dan sedang apa. dan yang sudah pasti untuk ikut adalah Wahyu dan jaya. teman yang dulu senasib denganku, gagal untuk berangkat, namun pernah mendaki merbabu dan satu lagi teman ketemu di hotspotan, namun minim pengalaman mendaki. dan aku, pernah mendaki, tapi lupa :D
dengan absennya Phaney, praktis aku tahu kalau pendakian ini akan penuh dengan yang namanya survival dan keterbatasan. terbatas tanpa tenda, ditanya pada punya senter atau gak, jawabnya gak, haduuuuhhh... :O
akhirnya malam itu aku beli senter.
.......................
tanggal 7 Juni aku berangkat ke semarang, waktu itu hari minggu, jam 6 aku menempuh perjalanan sampai di UNNES Rektorat jam 10, langsung ketemu wahyu dan jaya. but...
lihat mereka.
wahyu dengan tas kayak mau kuliah, menghadapi laptop di depannya, bersama dengan jaya dan emye dengan kondisi yang sama...
haaahhh... ini mau muncak atau mau kuliah -_-.
singkat cerita, laptop wahyu dititipkan ke tempat emye, dan kami mulai berbelanja untuk perbekalan di gunung. but, liat, apa yang kami beli :
* 1 bungkus besar perment MINT
* 3 botol air minum mineral INDOMARET
* 1 buah snack bernama PILLOW, dan
* 3 buah nasi kucingan.
hahahaaa.... itu masih ditambah dengan kami tidak bawa tenda, hanya bawa 3 jas hujan dan satu buah senter.
yaaahhh... namanya cowok itu harus berani dalam segala keterbatasan :D
.................................
perjalanan pun dimulai, kami sampai di base camp mawar, yang merupakan base camp pertama pendakian gunung ungaran sekitar jam setengah 3 sore. setelah masalah admin kami selesai, masalah pertama yang dihadapi adalah : HP kami gak ada sinyalnya!!!
susah sekali untuk mengabarkan kepada phaney saat itu.
jam 3 kami langsung memulai pendakian dengan jalan yang normal-normal ajah. mungkin yang terasa aneh bagi kami adalah.. ini hari minggu, hari ini dimana orang-orang baru turun dari puncak dan akan pulang, kami malah mau berangkat dan memulai pendakian.
mungkin juga karena ini sudah sore, pendaki sudah pada turun dan akan pulang menghindari kabut, kami malah baru akan naik dan juga mengejar kabut. so, kami menyebut kami itu PENGEJAR KABUT.
pendakian menempuh sejam, kami telah menemukan tempat yang meurutku sangat bagus. this place is very beautiful for take a some picture. tempat yang menghadap ke arah matahari terbenam, dan agak menurun namun sangat lapang...
sedikit gambar dari tempat ini. :D
******************
****************************
entah kenapa waktu terasa berjalan sangat lamban, kami yang sama-sama tak tahu gunung ungaran ini, tak tahu berapa lama jarak tempuh, akhirnya berhenti di sebuah pos kecil, entah pos bayangan atau beneran. yang pasti kami sampai sana jam setengah 5an dan bermaksud melanjutkan pendakian setelah gelap. waktu pun berlalu, kami menghabiskan waktu dengan leyeh-leyeh sambil ngobrol dan makan nasi kucingan sampai maghrib tiba. entah kenapa ketika maghrib tiba, perasaanku tidak enak. di tempat kami beristirahat ini, rasanya ada yang mengawasi. tidak hanya dari 1 arah, namun dari berbagai arah. setiap menengokkan pandangan, rasanya ada yang melihat kami. wahyu pun merasakan hal yang sama ditambah lagi kabut yang semakin tebal.
| ini pendaki, bukan pengungsi :P |
aku akhirnya memutuskan untuk turun dulu menuju rumah warga yang sebelumnya kami lewati. rumah yang rasanya adalah rumah petugas yang disuruh menjaga gunung ini. sesampainya disana, kami mendapati rumah yang diterangi oleh cahaya remang lilin. tapi..
SEPI.
tak ada orang.
aduh, pada kemana ini??
.......................
setelah muter-muter sekitar situ, dengan hanya berharap pada sebuah senter, kami akhirnya ketemu dengan pemilik rumah tersebut yang ternyata habis mandi. oh my god.
rasa takut di hati ini seketika lenyap setelah bertemu dengan penghuni rumah tersebut. mendengarkan beberapa cerita dan petunjuk pendakian, termasuk cerita tentang rok mini,hahahaa... ternyata di gunung ada begituan juga :P
.............................
sekitar jam setengah 8, setelah kabut mulai berangsur menipis dan beberapa teman pendaki sudah datang, kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian. tapi tujuan kami tidak langsung menuju atas, namun menuju sebuah kampung di lembah gunung dulu untuk mengisi perut dan mendaki agak malam. dipersimpangan jalan kami bertemu dengan sekelompok pendaki yang ternyata dari ungaran, ditawarinya kami jajanan, thank's guys, kau hadir di saat yang tepat.
sembari menunggu kedua temannya yang sedang mengambil air, kami bercakap-cakap lama sekaliii... sampai sekitar jam setengah sembilan, baru aku memutuskan untuk berpisah dan mengajak teman-teman untuk mencari kampung (lupa namanya) untuk mengisi perut dan mengisi daya senter.
ternyata jalanan digunung benar-benar membingungkan. di temani dengan cahaya rembulan dan bintang akhirnya kami bisa sampai di sebuah kampung, namun sayang, saat sampai di sana jam sudah menunjukkan jam 10, warung sudah pada tutup. kami akhirnya memutuskan untuk ke masjid dan menyantap bekal kami, PILLOW T_T nyampe habis :D
tapi aku tak yakin kalau warung sudah tutup, pasti ada yang buka. untuk itu aku keluar (sendirian lagi) melihat daerah sekitar. dan harapan itu ada. ku temukan sebuah rumah, terlihat dari luar ada dua orang sedang ngobrol, dengan dua gelas teh hangat dan juga....
Indomie,
ya indomie.
itu artinya itu warung :D
#Tuhan memang ada.
....................
langsung ku ajak teman-teman ke sana, menyantap apa yang namanya makanan apapun akan terasa enak jika pas lapar, makanan seperti indomie dengan telur, nasi sayur(adem) dengan telur pun terasa seperti makanan restoran di padang pasir (berlebihan ya :P)
dan itulah faktanya.
namun jam masih menunjukkan pukul 11 malam, terlalu pagi jika kami memutuskan untuk mendaki saat itu. akhirnya kami memutuskan untuk tidur dulu sampai jam 1. alarm pun di pasang. tak susah buatku untuk tidur, mungkin yang paling susah tidur adalah wahyu. meski pun aku tidur, namun aku masih merasakan pembicaraan wahyu dengan jaya, namun ya aku tidur.
...............................
kebiasaan orang adalah bangun dan malas-malasan. alarm yang di pasang jam 1 malam pun molor jadi setengah dua, masih dengan mata yang mengantuk aku paksa si jaya dan si wahyu untuk mendaki. jaya yang sempat mengeluh dan bilang kalau sampai sini saja, aku tarik buat tetap jalan,hahahaa... :D
akhirnya, semuanya pun bersemangat lagi.
malam itu, bukanlah malam yang membuat mata tak bisa melihat apa-apa. tapi sebuah malam yang ditemani cahaya tipis sang bulan, dan kilauan cahaya galaksi bima sakti, yang mungkin tak bisa kita lihat lagi di kota. malam ini, kami memulai pendakian sebenarnya.
hawa dingin pegunungan pun kalah dengan rasa sumuk dari keringat pas menempuh tanjakan demi tanjakan. masuk ke hutan, yang bentuknya seperti lorong dan tanjakannya.. luar biasa susahnya. jalan yang kadang licin karena hujan gerimis, batu-batu yang kadang rapuh, semua itu menjadi warna crayon yang melukiskan sketsa pendakian kami.
sampai akhirnya kami sampai pada suatu tempat yang (mungkin) disebut puncak. kenapa mungkin? karena pada saat itu kami sudah bisa melihat seberkas lukisan sun rise, dan tak ada kelompok lain yang melanjutkan mendaki lebih dari ini, padahal di depan masih ada satu tempat lagi. badan pun rasanya sudah capek bukan main.
waktu itu sekitar pukul setengah lima pagi. aku masih bisa melihat cahaya bulan malu-malu di atas langit biru dan bintang-bintang yang belum pulang. hawa yang sangat dingin karena angin, bahkan dilapis tiga pun masih terasa dingin. karena kecapekan, kami memutuskan untuk tidur di antara batu besar. beralaskan jas hujan, kami tidur :D
it's survival guys.. :D
................................
jam 6 aku dibangunkan karena sun rise yang dijadikan target utama telah tiba. cahaya matahari terbit di puncak gunung itu beda ya, kayak ada artistik artistiknya gitu :D
so, inilah jepretan saat itu.
**********************
| Di atas puncak masih ada puncak :D |
| ini tenda kami :D |
**********************
.........................
Puas jeprat jepret, jam 8 kami memutuskan untuk turun gunung. perkiraan kalau turun gunung itu lebih mudah, itu ternyata salah. karena saat itu, yang namanya dengkul, harusnya menopang berat tubuh 3 kali daripada biasanya. ditambah dengan kondisi tubuh yang masih kelelahan, dan bekal yang tersisa hanya air dan beberapa permen MINT, rasanya penurunan gunung ini
terasaaaaa.... lamaaaa... banget. -_-
bahkan rasanya kami lebih banyak berhenti pas turun, dan ku rasa, ku lebih suka naik daripada turun.
namun semua itu terbayar lunas, ketika kaki sudah menginjak di pos pertama pendakian, base camp mawar. ada perasaan gelo, karena semua ini terasa singkat, dan perasaan sayang, karena aku akan lama lagi bertemu dengan teman-temanku.
........................
Semarang, senin, 8 Juni 2015.
terima kasih telah menemani naik gunung
dengan segala ceritanya teman-temanku : Wahyu Nugraha Setiawan &; Ahmad Husain Sanjaya. :D
..................
kapan-kapan lagi ya ? :D


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.