Senin, 24 Agustus 2015

Kue Coklat Cinta

Menurutmu, apa masakan yang paling enak di dunia?
masakan perancis?
masakan italia?
masakan gak usah bayar? hehehehe.....
..........................
semua orang punya jawabannya sendiri, namun aku yakin, kalau jawabanku, mewakili sebagian besar jawaban dari orang-orang yang ditanya seperti itu. masakan yang paling enak, adalah masakan yang dibuat oleh orang yang kita cintai. dalam terjemahan lain, masakan ibu, dan juga masakan kekasih, istri atau pacar kita.
why?? because of love. ya karena cinta. cinta adalah lima huruf yang bisa membuat suatu hal tak pernah selesai. cinta bisa membuat gula jawa terasa coklat. cinta bisa membuat ceria. dan cinta bisa merubah segalanya.

ceritaku kali ini, adalah tentang masakan kekasihku. ada perbedaam selera antara daerahku dan daerahnya. daerahku yang tinggal tendang sedikit udah kecemplung laut, menyongsong rasa asin, aroma agak amis, rasa pedas dan juga warna kuah yang jauh dari kata bening, sedang daerahnya yang kalau sore saja bisa membuatku malas mandi (udah dari dulu kali) karena dinginnya, menjunjung citra rasa sayuran segar, kuah bening dan juga rasa yang manis. perbedaan mencoloknya adalah rasa asin dan manis. ketika ku pertama kali makan di daerahnya, rasanya seba manis, kuah manis, jajanan manis, wah... pantes phan juga manis :D. sedang ketika phan ke rumahku, rasa yang ada itu ya asin :D, dari ikan yang asin, krupuk yang asin, dan makanan standar daerah sini juga terasa asin bagi phan.

asin dan manis. ya itulah perbedaan yang mencolok. namun buka perbedaan yang dicari, tapi sebuah persamaan yang ditemukan untuk mempersatukan. bahwa kami sama-sama membutuhkan kedua rasa itu. ada dua makanan yang membuatku kangen dimasakin di sana. ialah sambel dan juga kue coklat :D
*************
sambel, ya walaupun cerita kali ini tidak fokus ke sambel, namun aku akan ceritakan sedikit tentang sambel di rumah phan. aku yang maniak pedas, pada awalnya hanya memandang seperempat mata tentang sambel buatan ibunya phan, batinku berkara "enteng mah itu". ketika mengambil sambal sebagai pelengkap lauk, ku mengambil  banyak. pas pertama terkena rasa sambelnya, ingatanku kembali ke masa sd, dimana ini pedasnya selevel dengan sambal yang dibuat oleh mbahku dulu. "masih entenglah", sendok kedua, masih dengan sambel, sendok ketiga, nah... barulah itu bereaksi. keringat keluar, api mulai menyala dari dalam mulut(bercanda),  dan nafas mulai tersengal, mulut mulai membuka mencari udara dan juga air. pedas. ini sambel lebih pedas dari pada sambel yang dibikin oleh simbahku, bahkan lebih pedas dari sambel yang dibikin oleh warung depan sekolahku PPL. luar biasa pedas!!
*************
itu sekilas tentang sambel, sekarang kita bicara tentang... kue coklat. yups, kue coklat. kue yang rasanya bikin kangen dan kalau dimakan, rasanya tidak mau berhenti. kue ini pertama kali ku temui di rumah phan ketika kali pertama ku ke rumahnya.waktu itu diantara kue-kue lebaran ada kue coklat itu. kue yang kemudian dibawa pulang sebagai oleh-oleh ini, menjadi satu-satunya oleh-oleh yang cepat habis ketika di rumahku.

ada yang khas dan menggoda dari kue ini. pertama adalah bentuknya, warnanya yang coklat dan kehitaman dan bentuknya yang agak tebel, kemudian ditambah dengan hiasan choco chips di atasnya, sudah pasti akan menggoda mata dan memaksa lidah untuk mencicipnya. ketika lidahku menyentuhnya, rasa yang pertama kali muncul adalah manis bercampur dengan sedikit pahit, kemudian manis lagi ketika lidah bertemu dengan choco chipsnya. nyam nyam. dan seterusnya tidak ingin berhenti sampai kuenya habis.
ibuku juga bilang kalau kue ini enak, dan tanya gimana bikinnya? :D

tahun 2015 ini, tepatnya di musim lebaran, kue coklat ini yang ku tunggu. kali ini yang bikin adalah phan langsung. kalau dilihat, memang sih tampilannya lebih bagus ketika ibunya yang dibuat, tapi seperti dalam film, like father like son (:P) rasa yang ada di dalam kue itu lebih enak yang sekarang. rasanya seperti makanan yang citra rasanya diset sama dengan frekuensi rasa di lidahku :D. maybe, ini yang dinamakan, masakan cinta, sebuah kue yang dibuat dengan rasa cinta (sedikit alay mungkin ya) sehingga citra rasa yang ada di dalamnya bisa sesuai dengan frekuensi citra rasa yang ada pada lidah individu yang dicintainya. kan tak jarang kita dengar, kalau masakan di suatu warung enak, tapi ketika kita mencoba rasanya biasa saja. bisa saja rasanya enak bagi orang, tapi bagi kita biasa saja, atau malah mungkin gak enak.
kalau kata iklan lidah gak bisa bohong, tak sepenuhnya benar. karena lidah punya frekuensi sendiri untuk seleranya sendiri. (teoriku tentang citra rasa dan lidah-semoga aja benar :P)

***********************
dan sebagai penutup, aku ingin menuliskan, "Aku rindu kue coklat (cinta) yang dibikin phan untukku. :* ".

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...