Kau tahu, rasanya, hari-hari ini lebih terasa berat dari biasanya. Hari-hari dimana semua berjalan semu, hambar, bahkan menulis pun rasanya jenuh dan capek bukan main. Kau tahu mengapa?
Karena aku merasakan rindu serindu-rindunya kepadamu.
Kepada kamu, yang ada jauh di sana.
kamu yang dalam keseharianku, bisa aku baca tulisannya, namun ku tak bisa memegang tanganmu yang menulisnya.
kamu yang bisa aku dengar suaranya, namun ku tak bisa menatap bibirmu yang mengucapkan kata cintamu.
Kamu yang selalu aku lihat fotomu, namun aku tak bisa memelukmu di keseharianku.,
kamu yang selalu aku hubungi, namun aku tak bisa menemui.
Kamu yang aku ucapkan selamat tidur, namun aku bahkan tak bisa melihat wajah tidurmu..
Dan bahkan dalam dua bulan ini,
Menjalani hari demi hari, tanpa ada satu dua atau tiga kali bertemu denganmu, rasanya seperti....
seperti minum air, namun tak merasakan segarnya air yang melewati tenggorokan.
Rasanya seperti menghirup udara pegunungan, namun masih terasa sesak di dada.
Dan berdiri di keramaian pun, rasanya sepi serta iri bukan main, melihat puluhan bahkan ratusan sejoli berjalan bersama.
Aku merasakan rindu serindunya.
Rindu yang bahkan dingiinya merambat ke dalam mimpi. Dimana dalam mimpi itu, kau tiba-tiba datang ke rumahku tanpa memberitahuku.
Sayang, itu hanya mimpi.
Aku rindu bersamamu,
Rindu menikmati hari-hari ketika bersama dulu,
Rindu mengelilingi kota di malam hari untuk makan bersama,
Rindu mengajakmu jalan-jalan ke tempat yang baru.
Rindu bawelmu.
Rindu ketika kamu marah dan ngambek,
Rindu bercanda denganmu,
Rindu segala hal tentangmu.
....................
Saat ini, yang bisa aku lakukan adalah bersabar, berdoa dan menghabiskan waktu demi kamu. Bersabar agar Tuhan memberikan lagi sedikit waktu, dan juga kesempatan agar kita bisa bertemu.
Berdo’a agar kau selalu sehat di jauh sana.
Dan menghabiskan waktu, untuk melupakan sejenak jenuh menunggu waktu yang membatasi pertemuan kita, dan juga untuk menggambar sedikit sketsa masa depan kita.
Sketsa masa depan, saat kau di sini.
Saat dimana jarak jadi nol.
Dan bentangan waktu,
Bukan hal yang harus dikhawatirkan lagi.
Entri Populer
-
Ketika aku berbicara tentang hujan. Itu bukan berarti benar-benar aku menyukai tentang hujan. Bukan menyukai tentang bagaimana setiap...
-
I. Mukadimah Sepak bola merupakan salah satu olahraga terpopuler di jagat raya ini. Kepopuleran yang mampu membius impian anak-anak untuk ...
-
Aku merasa lelah berjalan di tepian ini, Tak terasa jarak yang ku tempuh. Seberapa jauhkah? Ku terhalang pesona, Malam-malam penu...
-
Aku ingin menjadi sebuah nafas , yang selalu kau butuhkan dalam hidupmu, Aku ingin menjadi nyanyian , yang selalu kau rindukan kedamaiannya,...
-
Prolog : “ku coba memahami tempatku berlabuh, Terdampar di keruhnya satu sisi dunia.. Hadir di muka bumi, Tak tersaji indah, Ku ingin rasaka...


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.