Derai ombak masih halus menggapai kakiku. Senja perlahan datang, matahari mulai enggan menyinari bumi, bersembunyi membawa hangat sinarnya. Aku masih merasakan sakit di kepalaku. Ada bekas memar tergambar di keningku. Yah,, pukulan dia memang cukup keras. Aku tak pernah bisa percaya, wajahnya yang memancarkan kasih sayang, berubah buas karena ketidakpercayaan. Seandainya dia lebih tahu, perasaan cinta ini seperti laut, yang tiada habis airnya mesti terpanggang sinar mentari. Dalam lamunku, cakrawala tampak menggambarkan kamu menangis kini,Sabtu, 19 November 2011
Brrraaakk!!
Derai ombak masih halus menggapai kakiku. Senja perlahan datang, matahari mulai enggan menyinari bumi, bersembunyi membawa hangat sinarnya. Aku masih merasakan sakit di kepalaku. Ada bekas memar tergambar di keningku. Yah,, pukulan dia memang cukup keras. Aku tak pernah bisa percaya, wajahnya yang memancarkan kasih sayang, berubah buas karena ketidakpercayaan. Seandainya dia lebih tahu, perasaan cinta ini seperti laut, yang tiada habis airnya mesti terpanggang sinar mentari. Dalam lamunku, cakrawala tampak menggambarkan kamu menangis kini,
