Hujan turun, menemani
kehampaan yang aku rasakan di keramaian kota ini. ku terendap langkah di
kekosongan, tanpa tahu harus kemana? tanpa mengerti, harus melakukan apa.
seolah semua yang terjadi di sini, tak ada awal dan tak ada akhir. ini semua
karena engkau. cerita-cerita tentang kita, amat selalu ku nantikan lagi hadir di
kesepianku kini. sayang, kita terbelenggu dalam amarah yang teramat sangar
menyiksa, dikekang ego yang amat menyakitkan hati, jarak yang terbentang antara
kita saat ini, tak lah jauh. hanya berselang lima -tujuh menit, antara kau dan
aku. namun itu, seolah menjadi ratusan kilometer kini. seakan-akan kau amat
jauh kini. seakan-akan kau kau tak memikirkan aku lagi.


