Tatap matamu hadir dalam dimensiku
Seperti garis yang menembus ruang hampa,
Kau menusukku dengan sepinya kata-katamu
Sebagai penafsiran atas kelembutan sang hawa
Namun kau menusukku dengan senyum sepimu
Kaulah dewi kesepianku
Yang ku harap sebagai sebuah pelita
Namun kau malah pergi dan hilangkan hangatmu.
Wangimu kini seperti bunga melati di pemakaman
Harum dan membuatku tercekam..
Sepi.
Hitam. Dan dingin.
Tubuh kecilmu hadir dalam pelukanku
Walau hanya sebatas titik samar
Ku rasakan detak jantungmu.
Ku rasakan derap nafasmu..
Dan cinta memang tak harus memiliki.
…..
Sekali lagi kau hadir.
Dan perih pun jadi senyum yang kau tinggalkan.
Kau kini jadi dewi kematian.



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.