Rasanya, tiada dapat aku berdiam diri lagi
Di tengah kebisuan yang kita ciptakan
Dan terpenjara di sangkar pintamu
Setali perih yang kau pintalkan untukku
Menjerat kita ditengah lingkaran kesombongan
Bahwa aku telah ada di hatimu.
Seperti pun aku.
Seakan aku berjalan di tanah basah
Dengan langkah yang berat
Dan di tiap jejaknya,
Ingin ku tuliskan namamu.
Agar kau tahu,
Ku ingat kau di tiap langkahku.
Sekali lagi kita terpenjara dalam sangkar pinta.
Yang kau ciptakan untuk kita.
Di dalamnya, ada ruang kesedihan.
Kebohongan hati.
Kemarahan.
Keputusasaan.
Dan juga jendela cinta.
Entah kenapa?



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.