Di secarik kertas putih milikku, aku menuliskan namamu..
Agar kau ingat saat kau baca di kemudian hari,
Tentang wajah manismu,
Seperti yang aku ceritakan di kertas itu.
Tentang lembut perhatianmu yang menepis gundahku,
Tentang suaramu yang merdu dan menarik seluruh kerinduanku.
Seperti cerita yang ada dalam kertasku untukmu…
Kaulah yang menuliskan senyuman kecil di wajahku..
Kala aku kembali bertemu senyap sepi.
Kertas itu kini basah,
Bukan karena hujan, manisku,
Karena cerita sedih yang ada dalam kertasnya,
menghadirkan air mata akibat kau pergi.
Dan berdiam diri.
Dan hari kembali terasa sepi.
Kau menjauh,
Kau tahu?
Jika aku mengerti akan aku ungkapkan,
Jika kau mengerti akan aku dengarkan.
Sedang kertas ini tidak sedang ada di tanganmu.
Basah.
Oleh air mataku yang tiada pernah kau tahu.
Dan cerita ini pun belum kembali usai.



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.