“waktu jalan kita tiada tahu nasib waktu…“
Tiga pemuda berjalan menyusuri kabut jati diri
Bertanya akan wajah yang akan hadir di baliknya
Dan seberang kegelisahan
Atau secercah senyuman.
Tiga pemuda hanya melangkah menepiskan lelah
Memeluk rasa jenuh akan kepenatan
Aku suka kepada kalian,
Yang melupakan sejenak aroma kota
Kepada mereka yang meletakkan kunci jaminan
Kepada mereka yang bersua dengan dingin malam
Kepada mereka yang mengukirkan garis penderitaan
Demi kemenangan.
Demi senyuman di puncak bukit bercahaya
Kepada mereka yang selalu ada untuk saling percaya.
Kita tidaklah hidup dengan mudah,
Walau tak seseru deru perang
Kitalah tokoh yang menghapus debunya dengan kejayaan
“waktu jalan kita tiada tahu nasib waktu..”
Apa arti dalam deru?
Apa arti jejak langkah?
…………………….
“waktu jalan kita tiada tahu nasib waktu..”
Ditulis : 8 April 2008.(Recycle).
Comment : “sebuah kenangan kala aku, Bayu Wicaksono, dan Nur Wachid berpetualang ke Dieng. Dengan berjalan dari Bawang, Batang, menembus Gerlang mencapai ke Dieng, dan terdampar di Sudut Wonosobo."


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.