Rabu, 26 September 2012

Seperti Saat Itu


Kau adalah wajah baru, yang selalu aku ingat dalam pikiranku. Dimana bayangan tentang senyummu, kini menjadi buah hati yang melahirkan senyuman di wajahku. Kaulah gambaran kecil dari sebuah peri yang aku rindukan sayapnya, untuk membawaku terbang di kepingan waktu yang tersisa.. untuk kita berdua. Seperti saat ini.

Baru saja aku menemukan kebosanan di tempatku berada. Seolah-olah semua rutinitas ini menjadi hal yang ingin ku tinggalkan. Hanyalah kamu yang aku ingat. Dengan kenangan saat kita bersama, tawa dan senyum saat kita bersua, serta kemarahan dan kebencian, seperti saat ini. Aku tak ingin kau pergi.


Angin kota ini terasa panas, aku ingin menghapuskan kejenuhan kepada kota ini, bersamamu lagi. Walau waktu terasa menyingkat, ku tak ingin kau pergi. Ku tahu betapa berharganya kau buatku. Waktu terasa membosankan kala kau jauh di sana, sepertinya kau pun merasakan hal yang sama. Seperti saat ini.

Sayangnya, kau dan aku terpisah jarak dan waktu. Andai engkau selalu ada di sini. Seperti saat ini.

Ku hapuskan kebosananku dengan perjalanan ke kotamu. Kota yang penuh akan bunga dengan hawa udara yang sangat dingin. Kota yang tak pernah terpikirkan olehku, namun aku ada di sini sekarang, dan itu untukmu.

Sekarang, aku ada di sampingmu. Sembari mencoba mendekap sejenak hati dinginmu, yang membawa luka olehku. Ku ingin minta maaf atas segalanya. Sekarang kau telah ada di sisiku, walau butuh waktu lama untuk menunggu lama, juga hanya ada sedikit waktu untuk bersamamu, namun, inilah cerita kita berdua. Setidaknya kita bisa bersama dalam rentang waktu sesingkat ini. Aku merindukanmu, seperti juga saat ini. Kala kau ada di dekatku, dan kau enggan berbicara banyak tentang kita, kala aku ada di sampingmu, dan kau menahan tangis karena aku. Aku tak ingin kau sedih.

Akhirnya, waktu pulalah yang akhirnya memisahkan kita. Sudah ada peringatan antara kita. Namun, aku ingin kau tahu… “selama apa pun aku menunggumu datang, dan sesingkat apapun kita bersama, aku hanya tahu, aku sudah sangat senang bisa bertemu denganmu… ku ingin kau tahu, kaulah yang sekarang aku pikirkan. Sebuah warna baru yang melengkapi senyuman kecilku yang hilang. Ku ingin kau tahu itu……”
………………

Malam semakin gelap. Sampai jumpa di kota pertemuan kita kali pertama.

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...