Kau adalah wajah baru, yang
selalu aku ingat dalam pikiranku. Dimana bayangan tentang senyummu, kini
menjadi buah hati yang melahirkan senyuman di wajahku. Kaulah gambaran kecil
dari sebuah peri yang aku rindukan sayapnya, untuk membawaku terbang di
kepingan waktu yang tersisa.. untuk kita berdua. Seperti saat ini.
Baru saja aku menemukan
kebosanan di tempatku berada. Seolah-olah semua rutinitas ini menjadi hal yang
ingin ku tinggalkan. Hanyalah kamu yang aku ingat. Dengan kenangan saat kita
bersama, tawa dan senyum saat kita bersua, serta kemarahan dan kebencian,
seperti saat ini. Aku tak ingin kau pergi.
Angin kota ini terasa panas,
aku ingin menghapuskan kejenuhan kepada kota ini, bersamamu lagi. Walau waktu
terasa menyingkat, ku tak ingin kau pergi. Ku tahu betapa berharganya kau
buatku. Waktu terasa membosankan kala kau jauh di sana, sepertinya kau pun
merasakan hal yang sama. Seperti saat ini.
Sayangnya, kau dan aku terpisah
jarak dan waktu. Andai engkau selalu ada di sini. Seperti saat ini.
Ku hapuskan kebosananku dengan
perjalanan ke kotamu. Kota yang penuh akan bunga dengan hawa udara yang sangat
dingin. Kota yang tak pernah terpikirkan olehku, namun aku ada di sini
sekarang, dan itu untukmu.
Sekarang, aku ada di sampingmu.
Sembari mencoba mendekap sejenak hati dinginmu, yang membawa luka olehku. Ku
ingin minta maaf atas segalanya. Sekarang kau telah ada di sisiku, walau butuh
waktu lama untuk menunggu lama, juga hanya ada sedikit waktu untuk bersamamu,
namun, inilah cerita kita berdua. Setidaknya kita bisa bersama dalam rentang
waktu sesingkat ini. Aku merindukanmu, seperti juga saat ini. Kala kau ada di
dekatku, dan kau enggan berbicara banyak tentang kita, kala aku ada di
sampingmu, dan kau menahan tangis karena aku. Aku tak ingin kau sedih.
Akhirnya, waktu pulalah yang
akhirnya memisahkan kita. Sudah ada peringatan antara kita. Namun, aku ingin
kau tahu… “selama apa pun aku menunggumu datang, dan sesingkat apapun kita
bersama, aku hanya tahu, aku sudah sangat senang bisa bertemu denganmu… ku
ingin kau tahu, kaulah yang sekarang aku pikirkan. Sebuah warna baru yang
melengkapi senyuman kecilku yang hilang. Ku ingin kau tahu itu……”
………………
Malam semakin gelap. Sampai
jumpa di kota pertemuan kita kali pertama.



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.