Berbicara sekolah maupun kuliah,
tentunya kita akan mengenal betul apa yang namanya itu mencatat. Sejak zamannya
SD, SMP, SMA sampai sekarang, kuliah, aku selalu berusaha untuk memiliki hobby
mencatat,hehehe… bagiku catatan tidak hanya
Cuma kumpulan pengetahuan saja, namun juga sebuah dokumentasi ketika kita
bersekolah. Kita jadi ingat apa-apa saja yang terjadi dulu ketika kita membuka
catatan kita kembali.
Namun, ketika kuliah, ada beberapa
mata kuliah yang membuatku tidak berselera buat mencatat. Banyak alasan yang
membuat selera mencatatku hilang. Entah itu karena ngantuk, karena duduk di
belakang sehingga tulisannya tidak jelas atau juga karena aku gak mudeng sama
sekali sama mata kuliahnya,hehehe…
Dari sekian banyak, atau sekian
sedikit ya, mata kuliah yang aku tempuh dan tidak pernah mencatat ialah metode
numerik. Mata kuliah ini benar-benar membuat iman saya kuat, kan katanya
kebersihan itu sebagian dari iman, maka tidak mencatat itu artinya menjaga
kebersihan, maka otomatis iman saya pun semakin kuat,hehehehe…
Oke, memang mata kuliah ini agak
membosankan, aku bahkan sering absen dalam mata kuliah ini, tapi tanda
tangannya selalu ada, hebat kan? Saking membosankannya, teman-teman juga tidak
focus kuliah, tapi malah buka laptop
lalu browsing, jadi ku rasa, bila ditanya apa yang dipelajari di metode
numeric, ku rasa aku akan jawab, aku belajar menjadi mahasiswa yang selalu ada
tanda tangannya,hehehe…
Jujur, aku tidak pernah belajar mata
kuliah ini, bahkan buku yang aku fotocopy setebal 419 halaman itu, jarang
banget aku baca, mau dibaca juga yang keluar malah burung-burung pipit kecil
berterbangan di atas kepalaku, haduh.
Saat ujian pun, aku dan teman-teman
mengandalkan fotocopyan tugas, beruntung sekali ujiannya open book, boro-boro
close book lha wong open book saja kami gak bisa nggarapnya,hehehe…
ajaibnya, aku dapat B.
Ya, itulah tentang metode numeric,
masa-masa gelap yang kemudian menjadi terang setelah temanku mencantumkan
kata-kata cantik di fotonya, ketika ku Tanya darimana dia dapat kata-kata itu,
dia jawab kalau dia dapat dari buku metode numeric, ha?? Apa gak salah? Itulah
perbedaanku dengan temanku itu, kalau dia punya buku itu untuk benar-benar
dipelajari, kalau aku punya buku itu untuk benar-benar dipandangi,hehehe…
Akhirnya, aku buka kembali buku
keramat setebal 419 halaman tersebut, dan benar, di tiap mukadimah babnya
terdapat kata-kata motivasi, berikut kata-kata motivasinya…
BAB 1
“Pengetahuan dimulai dari rasa ingin
tahu, kepastian dimulai dari rasa ragu-ragu, dan filsafat dimulai dari
kedu-duanya..” (Jujun S. Suriasumantri)
“Rasa ingin tahu adalah ibu dari
semua ilmu pengetahuan” (Anonim)
………………………………..
BAB 2
“Matematik selalu memperlihatkan
rasa ingin tahu untuk dapat diterapkan di alam, dan ini dapat mengungkapkan
kaitan yang dalam antara pikiran kita dan alam. Kita membiacarakan semesta,
bagian dari alam. Jadi, tidak mengherankan bahwa system logic dan matematika
kita bernyanyi seirama dengan alam..” (George Zebrowski)
“Columbus menemukan Amerika melalui
kesalahan.” (Majalah Intisari)
……………….
BAB 3
“Saya tidak tahu bagaimana saya
tampak pada dunia, tetapi bagi saya sendiri, saya nampaknya hanyalah seperti
seorang anak laki-laki yang bermain-main di pantai, dan mengalihkan diri
sendiri sekarang dan kemudian menemukan koral yang lebih halus atau kerang yang
lebih indah daripada yang biasa, sementara samudera besar kebenaran semuanya
terbentang di hadapan saya tak terungkapkan.” (Isaac Newton)
………………
BAB 4
“Saya tidak dapat memastikan bahwa perubahan
akan memperbaiki sesuatu, tetapi saya dapat memastikan bahwa untuk menjadi
lebih baik sesuatu harus berubah.” (George C. Lichtenberg)
………………….
BAB 5
“Jangan ikuti kemana jalan menuju,
tetapi buatlah jalan sendiri dan tinggalkan jejak!” (Antonim)
……………….
BAB 6
“Pelajarilah jagad raya ini. Jangan
kecewa karena dunia tidak mengenal anda, tetapi kecewalah karena anda tidak
mengenal dunia.” (Kong Fu Tse- filusuf china)
………………
BAB 7
“Lebih banyak lagi yang terdapat di
langit dan di bumi, Horatio. Daripada yang kamu mimpikan di dalam filosofimu.”
(Hamlet)
…………….
BAB 8
“Penalaran adalah metode yang lambat
dan berliku-liku dengan mana mereka yang tidak mengetahui kebenaran
menemukannya. Hati mempunyai penalaran sendiri
sedangkan penalaran itu tidak mengetahuinya.” (Blaise Pascal)
……………………………….
Ternyata di dalam buku yang
membosankan tersebut, masih ada hal yang menarik juga.. yah, setidaknya bila
suatu saat aku ditanya, apa yang kamu pelajari waktu kuliah metode numeric, aku
masih punya jawaban yang logis dan menarik, ialah “Aku belajar filosofi”.
Hehehehe….:P
Senangnya kuliah metnum. :D

.jpg)
