Jumat, 05 Oktober 2012

Catatan Metode Numerik


Berbicara sekolah maupun kuliah, tentunya kita akan mengenal betul apa yang namanya itu mencatat. Sejak zamannya SD, SMP, SMA sampai sekarang, kuliah, aku selalu berusaha untuk memiliki hobby mencatat,hehehe…  bagiku catatan tidak hanya Cuma kumpulan pengetahuan saja, namun juga sebuah dokumentasi ketika kita bersekolah. Kita jadi ingat apa-apa saja yang terjadi dulu ketika kita membuka catatan kita kembali.

Namun, ketika kuliah, ada beberapa mata kuliah yang membuatku tidak berselera buat mencatat. Banyak alasan yang membuat selera mencatatku hilang. Entah itu karena ngantuk, karena duduk di belakang sehingga tulisannya tidak jelas atau juga karena aku gak mudeng sama sekali sama mata kuliahnya,hehehe…

Dari sekian banyak, atau sekian sedikit ya, mata kuliah yang aku tempuh dan tidak pernah mencatat ialah metode numerik. Mata kuliah ini benar-benar membuat iman saya kuat, kan katanya kebersihan itu sebagian dari iman, maka tidak mencatat itu artinya menjaga kebersihan, maka otomatis iman saya pun semakin kuat,hehehehe…


Oke, memang mata kuliah ini agak membosankan, aku bahkan sering absen dalam mata kuliah ini, tapi tanda tangannya selalu ada, hebat kan? Saking membosankannya, teman-teman juga tidak focus kuliah, tapi malah  buka laptop lalu browsing, jadi ku rasa, bila ditanya apa yang dipelajari di metode numeric, ku rasa aku akan jawab, aku belajar menjadi mahasiswa yang selalu ada tanda tangannya,hehehe…

Jujur, aku tidak pernah belajar mata kuliah ini, bahkan buku yang aku fotocopy setebal 419 halaman itu, jarang banget aku baca, mau dibaca juga yang keluar malah burung-burung pipit kecil berterbangan di atas kepalaku, haduh.

Saat ujian pun, aku dan teman-teman mengandalkan fotocopyan tugas, beruntung sekali ujiannya open book, boro-boro close book lha wong open book  saja kami gak bisa nggarapnya,hehehe… ajaibnya, aku dapat B.

Ya, itulah tentang metode numeric, masa-masa gelap yang kemudian menjadi terang setelah temanku mencantumkan kata-kata cantik di fotonya, ketika ku Tanya darimana dia dapat kata-kata itu, dia jawab kalau dia dapat dari buku metode numeric, ha?? Apa gak salah? Itulah perbedaanku dengan temanku itu, kalau dia punya buku itu untuk benar-benar dipelajari, kalau aku punya buku itu untuk benar-benar dipandangi,hehehe…

Akhirnya, aku buka kembali buku keramat setebal 419 halaman tersebut, dan benar, di tiap mukadimah babnya terdapat kata-kata motivasi, berikut kata-kata motivasinya…
BAB 1

“Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu, kepastian dimulai dari rasa ragu-ragu, dan filsafat dimulai dari kedu-duanya..” (Jujun S. Suriasumantri)

“Rasa ingin tahu adalah ibu dari semua ilmu pengetahuan” (Anonim)

………………………………..

BAB 2

“Matematik selalu memperlihatkan rasa ingin tahu untuk dapat diterapkan di alam, dan ini dapat mengungkapkan kaitan yang dalam antara pikiran kita dan alam. Kita membiacarakan semesta, bagian dari alam. Jadi, tidak mengherankan bahwa system logic dan matematika kita bernyanyi seirama dengan alam..” (George Zebrowski)

“Columbus menemukan Amerika melalui kesalahan.” (Majalah Intisari)

……………….

BAB 3

“Saya tidak tahu bagaimana saya tampak pada dunia, tetapi bagi saya sendiri, saya nampaknya hanyalah seperti seorang anak laki-laki yang bermain-main di pantai, dan mengalihkan diri sendiri sekarang dan kemudian menemukan koral yang lebih halus atau kerang yang lebih indah daripada yang biasa, sementara samudera besar kebenaran semuanya terbentang di hadapan saya tak terungkapkan.” (Isaac Newton)

………………

BAB 4

“Saya tidak dapat memastikan bahwa perubahan akan memperbaiki sesuatu, tetapi saya dapat memastikan bahwa untuk menjadi lebih baik sesuatu harus berubah.” (George C. Lichtenberg)

………………….

BAB 5

“Jangan ikuti kemana jalan menuju, tetapi buatlah jalan sendiri dan tinggalkan jejak!” (Antonim)

……………….

BAB 6

“Pelajarilah jagad raya ini. Jangan kecewa karena dunia tidak mengenal anda, tetapi kecewalah karena anda tidak mengenal dunia.” (Kong Fu Tse- filusuf china)

………………

BAB 7

“Lebih banyak lagi yang terdapat di langit dan di bumi, Horatio. Daripada yang kamu mimpikan di dalam filosofimu.” (Hamlet)

…………….

BAB 8

“Penalaran adalah metode yang lambat dan berliku-liku dengan mana mereka yang tidak mengetahui kebenaran menemukannya. Hati mempunyai penalaran sendiri  sedangkan penalaran itu tidak mengetahuinya.” (Blaise Pascal)

……………………………….

Ternyata di dalam buku yang membosankan tersebut, masih ada hal yang menarik juga.. yah, setidaknya bila suatu saat aku ditanya, apa yang kamu pelajari waktu kuliah metode numeric, aku masih punya jawaban yang logis dan menarik, ialah Aku belajar filosofi”. Hehehehe….:P 
Senangnya kuliah metnum. :D


Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...