Prolog : “Disadari atau tidak, ada dua hal yang bisa menyatukan jiwa pada diri tiap manusia.. yang pertama, adalah kesenangan dan yang kedua adalah kesusahan..:”
Ini
adalah sebuah cerita kecil yang menyiratkan ribuan kenangan saat KKN UNNES
2012.
Cerita
ini bermula setelah PPL usai, kami, mahasiswa yang mengambil mata kuliah KKN,
harus segera bersiap-siap menghadapi KKN, setelah hanya libur seminggu dari
PPL. Tak terkecuali juga aku, seminggu itu ku rasa terlalu pendek, saat ku
lihat daftar nama teman satu posko ku, ku Cuma bisa berguman, “hmmm.. cowoknya
Cuma dua orang, siap-siap jadi komting nih..” saat ku lihat tempat KKNnya dip
eta google, “hmm.. Margorejo, lumayanlah dekat laut, mirip di daerahku..”.
Sebelumnya
kenalan dulu dengan tim KKN desa Margorejo 2012, ialah mereka :
| Jefri Mahendra Kisworo-Komardes (Pend. Matematika) |
| Ikhlas Fian Neziana- Wakil Komardes (Pend. Teknik Bangunan) |
| Nur Ida Farida- Sekretaris (Pend. BK) |
![]() |
| Qurrotul Aini- Sekretaris (PGSD) |
| Riya Windahayani- Bendahara (Pend. Bahasa Jawa) |
| Eni Ernawati- Bendahara (Pend. Bahasa Perancis) |
| Desiana Devita Putri (Pend. Teknik Tata Busana) |
| Tri Juniarum (Pend. Geografi) |
| Noviana Ita Saputri (PJPGSD) |
| Faristin Amala (Pend. Akuntansi) |
Ada
keraguan sebenarnya di hatiku, apakah aku mampu untuk cepat beradaptasi dengan
teman-teman KKN? Ku tahu, kelemahanku yang pertama sebelum terjun, adalah aku
anti social dan lambat beradaptasi. Kami mengawali cerita dengan pertemuan
pertama adalah di gazebo perpustakaan. Adalah riya yang mempunyai inisiatif
atas ini,dengan menghubungi nomer hape seluruh teman-teman KKN, kami
dikumpulkan. Sayang, waktu itu banyak yang belum bisa, jadi hanya ada aku,
riya, mas fian, dan arum. Singkatnya, kami hanya perkenalan sebentar, sambil
membahas siapa yang akan mengambil jaket. Berhubung aku lama tertahan di semarang,
maka aku memutuskan untuk mengemban tugas ini.
Langkah
pertama yang aku lakukan adalah mengumpulkan fotocopy ktm, Karena berdasarkan
informasi yang aku dapat, untuk mengambil jaket, harus mengumpulkan fotocopy
seluruh anggotanya. Walau pun pada kenyataannya, itu salah! Ternyata yang
dikumpulkan hanya 1 saja itu pun sebagai perwakilan.
Dan di
sini aku melihat ketidakberesan dalam sistem KKN…
Akhirnya
masalah jaket pun clear, langkah berikutnya aku kumpulkan teman-teman
untuk membagikan jaket, buku dan juga cocard. Agar terkesan lebih wah, aku
ajak mereka ke Maspur, sialnya, yang datang belum bisa full. Akhirnya aku Cuma
bisa membagikan jaket, buku dan cocard. Sembari menikmati makanan dan curhat
sedikit tentang apa yang harus kita lakukan pas KKN nanti..
Tanpa
sadar, aku terpilih menjadi komardes…
| Suasana Desa Margorejo di Pagi Hari |
Keanehan
pun semakin berlanjut..
“kami,
diharuskan untuk membayar biaya hidup sebesar Rp. 22.500/hari. Padahal, kami
sudah membayar sebesar lima ratus ribu untuk pendaftaran KKN, kemanakah uang
itu?”
28
Oktober 2012, sore itu kami diharuskan mengikuti upacara penerjunan KKN UNNES
di depan lapangan gedung H, hampir-hampir aku merasa ini hanya sebuah
formalitas pertanggunganjawab satgas kepada rector UNNES, hampir-hampir pula
aku merasa kasihan kepada rector UNNES, karena hampir tidak didengarkan saat
berpidato..
Sungguh
kasihan…
![]() |
| Acara Perkenalan dengan warga Desa Margorejo |
![]() |
| Pembacaan ProgJa KKN |
Kami
disambut dengan cukup baik di sini, menu makan siang kali pertama saat itu
ialah daging sapi yang digulai, maklum masih suasana lebaran idhul adha. Baru
saja aku menikmati makananku, Pak Lurah sudah memanggilku untuk mengikuti rapat
di desa Damar sari, rapat mengenai biaya hidup selama KKN. Boleh dibilang kami
satu tim mengharapkan agar biaya hidup dikurangi, bagaimanapun angka 22.500
terlalu mahal buat kami. Namun, apa yang dibicarakan saat rapat itu bukanlah
pengurangan biaya hidup, namun system pembayarannya. Selain membahas system
pembayaran yang dilakukan 3x itu, kami, para komardes juga diberitahu tentang
ketidakberesan DPL kami dalam menjalankan tugas. Ini diperburuk dengan telpon
dari DPL-ku untuk segera membayar uang biaya hidup, padahal kami belum tahu
apa-apa dan juga baru saja sampai di posko.
Suasana
posko tampak lengang, teman-teman belum terbiasa satu sama lain. Kami diberi
dua kamar, bila membagi berdasarkan gender, tentunya satu kamar akan diisi oleh
8 cewek dan satunya lagi 2 cowok. Berhubung terasanya tidak adil, maka akhirnya
kami pun menyepakati untuk dibuat lima-lima. Jadi lima cewek di kamar timur,
sedangkan 2 cowok dan 3 cewek di kamar barat. Mungkin, hanya di posko kami yang
cewek dan cowok tidur dalam satu kamar.
| Ruang pemisah kamar 1 dan 2 |
Esok harinya, aku dan mas fian disibukkan dengan kegiatan pembuatan plang menuju posko kami. Karena jalan menuju posko kami ternyata juga searah dengan posko-posko lain kami akhirnya memutuskan untuk melakukan merger plang. Yaitu Cuma membuat satu plang yang kemudian dipisah-pisah ketika akan mendekati posko. Harapannya sih, agar lebih mudah dan lebih murah,hehehehe… psoko-posko yang terlibat antara lain posko kami, Margorejo, lalu ada Kaliayu, Korowelangkulon dan tetangga kami, Korowelanganyar. Pembuatan plang ini memakan waktu sampai malam hari, akhirnya aku dan mas fian pulang pas akan adzan isya’. Malam harinya, teman-teman mengadakan rapat, tanpa aku ikut. Ya, kepalaku terasa sakit, dan juga aku tidak mood untuk membahas program.
| Suasana Kamar 2 |
| Suasana kamar 1 |
| Kandang Sebelum kamar |
| Pintu masuk ke kamar 1 dan 2 |
| Belakang kamar |
| Dapur |
| Kamar mandi |
| Ruang berkumpul |
Disadari
atau tidak, ada dua hal yang bisa menyatukan jiwa pada diri tiap manusia.. yang
pertama, adalah kesenangan dan yang kedua adalah kesusahan..: dan
benar, kami mulai disatukan melalui kesusahan itu. Saat ada kabar kalau DPL
akan melakukan kunjungan kami mulai bekerja keras untuk menyiapkan plang dan
papan nama posko. Kami bekerja hingga malam hari, menggunting, memilok,
mengecat, hingga akhirnya nama plang dan papan nama posko pun selesai. Begitu
selesai, kami baru sadar kalau ternyata, nama desa pada papan nama posko salah,
harusnya Margorejo, malah ditulisnya Margoejo,hehehe.. luar biasa, dari yang
mengeprint kertas, yang melubangi, yang menonton, hingga yang mengecat tidak
ada yang menyadarinya,hehehe…
6
November 2012, disinilah awal dari pembebasanku dari belenggu beban bathin.
Saat rakorcam penyampaian program, aku sempat mengalami nervous saat menuju ke kantor kecamatan. Kami, para
komardes diharuskan menyampaikan program kerja yang akan dijalankan saat KKN
ini, hati semua komardes pastinya dag dig dug, ketegangan juga dialami olehku,
apri dan Nugroho. Kami bahkan sampai tidak nafsu makan gara-gara menunggu
giliran untuk maju. Keberuntungan datang, setelah presentasi dihentikan
gara-gara terlalu menghabiskan waktu, kami pun bernafas lega. Jajan yang
sebelumnya tidak dimakan, akhirnya bisa dimakan dengan lega,hahha..
Dan inilah
awal dari cerita manis, berjudul : KKN Margorejo
| Penanaman Pohon Bakau |
Itulah
yang telah lama ku rindukan..
Anak-anak
pulalah yang membuatku dan mas fian berkeringat, ya, kami bermain bola di
pematang sawah belakang posko. Walau kaki terasa sakit karena berulang kali kejeglong
, namun, inilah suasana yang aku rindukan….
Masalah
berikutnya yang harus kami hadapi adalah kami belum dikenal oleh warga sekitar,
terutama oleh perangkat desa. Ya, walau sudah seminggu, namun kami belum
melakukan perkenalan karena terkendala beberapa hal. Akhirnya seminggu setelah
rapat tani, kami punya kesempatan untuk membuat acara perkenalan KKN. Berbagai
persiapan sudah dilakukan, dari penyebaran undangan, konsumsi, tempat, dan
persiapan lain. Hingga akhirnya sudah selesai semua, jam setengah 9, kami sudah
siap, tinggal menunggu para tamu undangan datang, kami menunggu di depan. Satu
menit berlalu, 5 menit, 10 menit.. belum juga ada yang datang. Sepi. Di sinilah
muncul awal jargon candaan kami, “tiga jam kemudian….” , “ngeekk”. Akhirnya
tamu-tamu pun datang pada pukul setengah 10. Inilah susahnya di desa, terkadang
warganya susah datang jika bukan acara yang berhubungan dengan pembagian
bantuan. Kegiatan ini pun berakhir dengan baik tanpa ada kendala yang berarti.
Ada dua hal yang bisa menyatukan hati tiap manusia,
pertama adalah rasa senang, dan yang kedua adalah rasa susah...
| Kagiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja |
Kegiatan
kami selanjutnya adalah pembentukan POSDAYA, kami kebingungan sampai harus
berkunjung ke tempat pak Nganoto, guru SD di SD Margorejo. Oh ya, di sini hanya
ada satu SD. Akhirnya di gambarlah sebuah gambaran abstrak POSDAYA yang diberi
nama “Margo Jaya”. Program-program kami lumayan banyak, ada Bimbingan belajar,
Penanaman Pohon, pembuatan Tong sampah, Pembuatan Plang Gang dan Plang larangan
buang sampah sembarangan, ada juga mengajar ngaji, pelatihan senam, pelatihan
payet jilbab, dan membantu mengajar di sekolah.
Aku memegang bimbel, karena
memang kayaknya ini yang paling mudah,hehehe... selain juga menemani anak untuk
ikut POPDA Catur bersama Desi. Di timku aku bergabung dengan Aini, ini yang
menjadikan aku sering digosipkan dengan Aini. Mas fian menjadi tulang punggung
di tim Plang, bersama dengan Riya dan aku, sedang di tim pelatihan senam untuk
Ibu PKK dan anak-anak SD menjadi milik Ita, Eni dan seluruh cewek.
| Para remaja peserta penyuluhan |
Beberapa kegiatan
yang berkesan adalah ketika kami mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi.
Ya, di desa kami ada sedikit kasus yang berhubungan dengan itu, dengan
dikomandoi oleh sang ketua panitia, Ita, kegiatan yang berlangsung dengan canda
tawa khas dewasa itu berakhir dengan manis walau pun harus agak mundur. Ada
juga kegiatan saat kami menajdi tentor bimbel, yang lama-lama jadi agak
merepotkan.
Harus diakui, antusias anak-anak di sini luar biasa, hampir tiap
malam mereka datang ke posko KKN, walau pun malam itu tidak ada kegiatan
bimbel, yang kadang memaksa aku dan Aini buat turun tangan juga. Atau juga
ketika kami memasang tong sampah organik dan anorganik di SD dan di kelurahan,
mengambil waktu yang tepat, kami berencana untuk membiasakan kebersihan di desa
ini. seperti pula pemasangan plang buang
sampah, yang tertunda lama-lama gara-gara kemalasan aku dan mas fian, dan juga
pemasangan plang gang, yang ternyata salah dengan namanya,hehehe...
| kami dan ibu-ibu |
Namun, tak
hanya cerita tentang kegiatan program, ada juga saat kami jalan-jalan ke Kendal
kota setelah beberapa harinya mengerjai Ita di hari ulang tahunnya, yang
apesnya juga hujan pas itu, atau saat semua pulang hampir 4 hari lamanya, dan
tinggal aku dan Arum yang di posko berdua, akhirnya aku bermain dengan temanku
ke panati jomblom, tanpa Arum karena tak mau diajak. Seperti pula saat mas fian
menghilang di hari jum’at, dan aku hari sabtu berlayar, padahal di sabtunya ada
kegiatan lomba untuk perpisahan.
.........................
Gokil Di Posko
......................
Jalan-Jalan Ke Tirta Arum
"Berawal dari Idenya bos ita.."
.........................
.........................
Gokil Di Posko
![]() |
| Kemesraan sejenis |
![]() |
| Persiapan ULTAH Ita |
![]() |
| Saat ngerjain ita |
![]() |
| waseemmm |
![]() |
| yang tua yang berkarya |
![]() |
| Kingkongku penyelamatku |
......................
Jalan-Jalan Ke Tirta Arum
"Berawal dari Idenya bos ita.."
| makan bakso di kendal kota |
.........................
Sungguh,
semua itu menjadi cerita yang tak bisa secara panjang untuk diceritakan.
Hari –hari
di posko pun menjadi indah dengan mereka, dengan anak-anak yang hampir tiap
sore mengajak bermain bola, mengajak bermain boy-boynan, dengan senam-senam
bersama, mengecat tong sampah, mengecat plang, bersendau gurau dengan
teman-teman, dengan kipas angin yang ekstrim, dengan gandapura yang mampu
membakar casing hape, dengan desi yang kadang lola, dengan mas fian yang gokil,
dengan ita yang keras, dengan arum yang aneh, serta semuanya...
....................
....................
Lomba perpisahan, malam terakhir, perpisahan dengan warga, sosialisasi sampah dan sebagainya...
| Sosialisasi sampah Organik dan Anorganik |
| Lomba untuk perpisahan |
| Penyerahan kenang-kenangan |
| Malam terakhir dengan anak-anak |
.......................................
Hingga
akhirnya semua akan dan harus berlalu, jaket hitam hijau harus dilepas,
suara-suara anak yang memanggil kami KKN, akan menjadi simphoni yang perlahan hilang,
ya, kami akan menghadapi perpisahan, setelah hampir 45 hari di sini. Diawali
dengan penyampaian hasil kerja di kecamatan, kemudian lomba perpisahan dengan
anak-anak, malam perpisahan dengan anak-anak, perpisahan dengan kecamatan
melalui demo expo, perpisahan dengan warga desa Margorejo, dan...
Cerita di
malam terakhir Tim KKN Margorejo.
“Malam itu, dengan iringan musik peterpan, semua tentang
kita, kami berkumpul di kamar cewek, dengan bergandengan tangan melingkar, kami
bercerita satu persatu, tentang kesan, dan pesan kami selama ini.. tentang aku
yang berusaha menutupi kesedihanku dengan lawakan hambar, tentang ita, yang
emosional dan menahan tangis, tentang Eni yang pendiem tapi memiliki hati yang
dalam, tentang arum, yang ternyata tetap aneh di malam terakhir, tentang ida
yang ternyata memendam kekesalan kepadaku, tentang Riya yang secara dewasa
mengutarakan semuanya, tentang desi yang menahan sedih, tentang Aini, yang idem
juga, tentang amala, yang meminta
kejelasan di malam terakhir, dan tentang mas fian, yang dibalik gokilnya,
tersirat kedewasaan yang besar. Hanya aku sulit mengatakan ini secara jelas,
Aku bangga punya kalian, punya teman seperti kalian, individu-individu luar
biasa yang mampu menjadi tim solid yang bisa menutupi kekuranganku sebagai
pemimpin, tak hanya permintaan maaf dan terima kasih yang bisa membalas
kebaikan kalian, semoga kita tetap bisa bersama dalam waktu yang berbeda.
Amien.
Dan malam itu, hampir semuanya menahan tangis dan sedih
di tengah kantuk yang melanda.
............................
Sebuah Video untuk malam terakhir
.........................
Dan,
akhirnya masa-masa ini kan berakhir besok.
Esoknya,
ku lihat air mata mengalir di wajah teman-teman, bapak ibu Margorejo,
mengiringi penarikan kami dari desa untuk kembali ke Universitas. Selamat jalan
semuanya, sukses untuk di masa depan kita....
......................
Kini, saat aku telah kembali ke kamar kosku, tersemat
kerinduan akan bantal keras di kamar KKN, nyamuk-nyamuk yang menyerang di malam
hari, King kong yang menjadi obat anti nyamuk, gandapura, kipas angin, suara
kokok ayam dan jangrik di malam hari, air mandi yang lengket, serta semua
senyuman bahagia teman-teman KKNku dan seluruh warga Margorejo.
Andai bisa ku ulang lagi, atau setidanknya menjadi mimpi
indah di saaat aku tidur nanti...
...........................
KKN UNNES
DESA MARGOREJO, 29 Oktober- 12 Desember 2012. J










