Minggu, 18 Januari 2015

Kisah Dua Langit

"Jika ada yang lebih kejam daripada jarak, maka ialah waktu..."
........................

dahulu Tuhan menciptakan kita dalam keteduhan langit yang sama. kita merasakan sejuk embun pagi di langit fajar yang sama, merasakan terik mentari di bawah langit siang yang sama, merasakan tentang artistiknya sunset di langit senja yang sama dan juga kelam dingin di langit malam yang sama. Tuhan memberi kekuatan kepada kita untuk menjaga tiang-tiang penyangga roda langit ini, agar mereka berotasi dalam irama yang teratur.
Namun, kia mengingkarinya. kita merasa diri kita lebih hebat dari masing-masing kita. aku merasa sombong dengan mengatakan selallu di atasmu, dan kau... tak pernah kalah dan selalu mengatakan hal yang sama kepadaku. Pertikaian kita, menimbulkan gemuruh badai, menciptakan petir-petir yang menyambar pohon-pohon, dan di tengah pertikaian itu, ada air mata yang kemudian menjadi hujan. Hujan itu menjadikan banjir di muka bumi, menimbulkan masalah bagi mereka-mereka-dibawah sana-yang seharusnya kita naungi. mereka bertanya kepada Tuhan, 'kenapa langit selalu mendung? kenapa tak ada langit elok sunrise di pagi hari, kenapa tak ada panas di siang hari, kenapa selalu sunset  tertutup mendung dan kenapa malam menjadi sangat sangat dingin'.

Tuhan murka kepada kita, Dia lalu menghukum kita dengan rentang jarak dan waktu. aku dikirim ke masa lalu dan kau diletakkan di masa depan. Tuhan memisahkan kita bukan dengan jarak, Dia memisahkan kita dengan waktu. Dia tahu, jarak tak berarti apa-apa bagi kita, namun waktu... hanya Tuhan yang mampu menguasainya.

....................

kini kau dan aku seperti sebuah roda yang sejajar. seperti roda dari sebuah kereta kuda. kau dan aku sejajar, namun kala kau berada di titik puncak, aku berada di titik terendah di roda satunya. ketika kau berada di titik terendah, aku berada di titik puncak roda satunya. sama seperti sekarang, ketika Tuhan memerintahkan menjaga langit fajar di masa lalu, kau menjaga langit senja di masa depan. ketika ku menjaga langit siang di masa lalu kau menjaga langit malam di masa depan, ketika kau menjaga langit fajar di masa depan, ku menjaga langit senja di masa lalu dan ketika kau menjaga langit siang di masa depan, aku menjaga langit malam di masa lalu.

........................

Dan memang, waktu itu adalah kejam, waktu itu bisa merubah masa lalu mejadi masa depan. bisa merubah muda menjadi tua, bisa merubah cinta menjadi benci, bisa merubah benci menjadi cinta. seperti juga aku dan kau, ketika aku dikirim menuju masa lalu, perasaanku berubah. sejarah di masa lalu merubahku menjadi lebih mengerti, bahwa dahulu, seharusnya tak boleh begini. aku melihat dan menyelami jendela-jendela peristiwa di masa lalu, dan menyadari kesalahan-kesalahanku. menyadari kenapa Tuhan marah kepada kita. dan kau di kirim ke masa depan, melihat bentangan mimpi-mimpi yang kau inginkan, menyaksikan bagaimana ilmu-ilmu baru dan peralatan canggih ditemukan.  namun, apakah kau mengerti tentang kesalahan di masa lalu? tentang Tuhan yang marah kepada kita. masa lalu memang penuh akan penderitaan, namun itu terasa manis dan masa depan memang penuh harapan yang menyenangkan, namun itu menjadi hambar ketika kita tak melihat ke belakang.

...........................

kini, Tuhan telah menetapkan semuanya. bahwa aku menjaga langit di masa lalu, dan kau menjaga langit di masa depan. Tak akan ada lagi mereka-mereka (pada masa yang sama) yang menyebutkan namamu setelah namaku di sebut. karena kita telah jadi dua langit yang berbeda.

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...