Kau tahu? Betapa
aku rindu akan celotehmu.
Celoteh yang
bahkan sering kau ucapkan sendirian.
Betapa aku rindu
kepada setiap pemberianmu yang bahkan tak terhitung berjuta kali aku
mengecewakanmu,
Betapa sering
aku membuangnya tanpa kau tahu.
Kau tahu...
Betapa aku rindu
akan nada tinggimu ketika memarahiku?
Ketika aku
sering menolak apa yang kau beri dan apa yang kau inginkan.
Kau tahu,
Betapa aku rindu
akan masa dimana aku tidur di sampingmu,
Dan kau
memelukku erat,
Mengipaskan
sebuah kipas, agar tidurku lelap dan tak tergigit nyamuk.
Kau tahu?
Betapa ku
menyesal ketika bahkan aku banyak membuang waktu dimana seharusnya aku bisa
menanamkan rasa sayangku kepadamu,
Aku menyesal tak
bisa menyingkirkan masa senggangmu, untuk sekedar melihatmu, dan mengajak berbicara
di saat kau bahkan tak bisa menyebut namaku...
...........
Kau tahu, saat
aku menuliskan ini, ada bayangan tentangmu di otakku. Dimana setiap kenangan
yang kau ciptakan di masa kecilku hingga setahun lalu, membuatku merasakan
kering di tenggorokanku. Merasakan betapa asinnya air mata yang harus aku tahan
hingga masuk ke dalam tenggorokan.
Kau selalu
ajarkan padaku untuk tidak menangis... dan itu membuatku tegar bahkan saat kau
pergi pun...
Aku tak
menangis.
.....................
Dan kini, saat
kau telah setahun pergi..
Bolehkah aku
menangis?
Bukan untuk
menjadi cengeng,
Bukan untuk
menjadikan sedih...
Namun untuk
membuatmu kembali di sini,
Ke rumah dimana
kita pernah merasakan kasih sayang dan cinta.
Kau tahu...
Ku tahu kau
bahkan sedang di sini.
Memelukku hangat
dan membelai kepalaku.
........
Aku
merindukanmu.
Bahkan dalam
sedewasa apapun aku saat nanti.
Aku tetaplah
cucu kecilmu.



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.