Minggu, 04 Juni 2017

Rindu Hujan di Bulan Juni



Ketika aku berbicara tentang hujan. Itu bukan berarti benar-benar aku menyukai tentang hujan. Bukan menyukai tentang bagaimana setiap rintiknya menjadi nada-nada romantis yang membasahi bumi. 

Ketika aku bercerita tentang hujan, tidaklah berarti aku mencintai akibat yang ditimbulkan olehnya. Rasanya sungguh tak mengenakkan jika harus berdiam diri di suatu tempat sembari menunggu hujan itu selesai dengan segala seluk beluknya dengan bumi.

Ketika aku memikirkan hujan, bukan artinya jika aku benar-benar merasakan kedamaian saat dinginnya menerpa. Sungguh, hujan itu mengingatkanku akan rasanya kesepian. Rasanya memikirkan diri sendiri dari pada orang lain.
Namun, ketika aku rindu akan hujan....
Itulah kerinduanku kepadamu. Kerinduan akan sebuah pengecualian dari segala ketidaksukaanku. Kerinduan kepada sesuatu yang tak bisa dijelaskan.

Karena kaulah hujan itu.
..................
Kaulah yang mengajarkanku untuk menunggu di kala hujan...
Kaulah yang mengajarkanku tentang damainya bau tanah yang dibasahi oleh hujan..
Kaulah yang mengajarkanku tentang romantisnya dingin di kala hujan...

Kaulah Februari...
Yang aku rindukan di bulan Juni.
............................

“Kau dan aku berjarak empat langkah.... aku dengan kamu terpisah tujuh langkah... kaulah pemilik enam yang aku rindukan... yang aku harapkan sebagai pelita di gelap peraduanku....”

Dan kini aku merindukan hujan itu di bulan Juni.

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...