Ada perasaan sepi saat ini. Saat di keramaian ini. Rasanya lampu orange
itu menyembunyikan orang-orang yang ada di sekitar sini. Meski jarak kita telah
dipangkas, namun ku rasa belum bisa ku menjangkaumu. Menit demi menit yang berlalu
masih terasa membawaku dalam lirihnya tutur sepi. Ku ingin bertemu.
Sekarang.
Sebentar.
Atau juga selamanya.
Rasanya ingin sekali aku
menempuh jarak di malam ini. Seberapapun dinginnya itu. Seberapapun berdebunya
itu. Rasanya aku jenuh akan sepinya di keramaian ini, seolah-olah aku hanya
berfikir sendiri, dan mereka yang berlalu lalang mengganggapku.. aneh.
Namun, aku takut akan sesuatu.
Aku takut kau jenuh jika terlalu lama dan terlebih awal aku hadir di sisimu.
Aku takut kehilangan perasaanmu
kepadaku, terlebih jika aku berfikir terlalu lama untuk menghampirimu.
Ku ingin bertemu..
Sekarang,
Sebentar
Atau juga selamanya.
Kaulah yang menanamkan perasaan
ingin bertemu ini. Perasaan yang muncul tiap kali aku mengawali hari. Perasaan
yang menemaniku ketika aku hendak merambah mimpiku di malam hari.
Aku mencintai perasaan ini.
Ku ingin bertemu..
Sekarang.
Sebentar,
Atau juga selamanya.
Kaulah yang memberiku harapan
untuk bertahan di tengah teriknya mentari. Yang memberikanku senyap untuk
berkeluh. Yang memberiku senyuman di penantian hujan. Yang memberikanku cerita.
Cerita tentang bagaimana setiap
detik aku menantimu.
Ku ingin bertemu.
Sekarang,
Sebentar,
Atau juga selamanya.
Aku menantimu di tepi pantai
ini. Pantai dimana kita pernah menepikan sejenak kejenuhan penantian kita.
Pantai yang mentarinya tak terlalu terik, dan hembusan anginnya...
Menjawab perasaanku kepadamu.
Ku ingin bertemu...
Sekarang,
Sebentar.
Atau juga,
kita selamanya.....



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.