Selasa, 14 Februari 2012

Ketika Musim Berubah

Di tengah keramaian, aku sedang menyendiri tanpa tujuan.
Aku masih punya keberanian untuk melawannya,
Tapi aku juga takut suasana ini rusak

Selama ini aku selalu berdua
Dan belum terbiasa dengan kesendirian ini

Awan membawa pagi, ditiup angin,
Walaupun kini terpisah, ku harap masih ada kesempatan untuk bertemu lagi..
Daripada dicintai, lebih baik mencintai dengan setulus hati.
Seperti sedang berdiri di tebing yang tinggi di hari yang cerah.

Kekeringan hatiku dan hari-hari kita bersama yang membekas di tubuhku
Putih dan dinginnya hari di musim dingin
Aku masih mengingatnya berkat kehadiranmu..

Aku ingin menangis, menangis sebisanya..

Ingin ku rebut kembali hatimu yang telah ditiup angin
Seperti teriknya musim panas yang menghapus udara musim dingin
Andaikan hari-hari itu kembali, hidupku pasti akan kembali cerah
Kini aku menangis seperti anak kecil

Kau tak ada di sisiku ketika musim berubah

Awan membawa pagi, ditiup angin
Walaupun kini terpisah, ku harap masih ada kesempatan untuk bertemu lagi..
Daripada dicintai, lebih baik mencintai dengan setulus hati.
Seperti sedang berdiri di tebing yang tinggi di hari yang cerah.

Apakah kau masih mengingatnya?
Apakah kau masih mengingatnya?
Apakah kau masih mengingatnya?
…………..
Aku masih mengingatnya.

2 komentar:

adeline mengatakan...

dari judulnya mengingatkan saya akan musim hujaaannn yang sebentar lagi akan berakhir... hehheee

Mahendra Kisworo Jefri mengatakan...

aku gak suka musim hujan,he.. sukanya gerimis ajah ..

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...