Aku merasa lelah berjalan di tepian ini,
Tak terasa jarak yang ku tempuh.
Seberapa jauhkah?
Ku terhalang pesona,
Malam-malam penuh bintang.
Deburan ombak di pesisir pantai.
Kicauan lembut burung-burung gereja di senjanya
Cahaya rembulan yang menerangi kesunyian hariku.
Seolah adalah gambaran wajah-wajah yang baru saja aku lihat.
Dan itu sebuah karakter yang sama.
Tidak jauh berbeda dengan dulu,
Ketika kerikil tajam mengucurkan darahku.
Kemudian aku tergeletak tak berdaya,
Di wajah-wajah yang menatapku aku lalu pergi.
Aku terbangun, ini dunia apa?
Tak ada darah.
Namun, suasana ini tetap berjalan,
Mempertontonkan tokoh-tokoh dengan karakternya,
Mencabik-cabik perasaanku,
Menggoreskan luka di hatiku,
Bukan sekedar aku harus berbicara.
Bukan sekedar aku harus memahami.
Bukan sekedar akau harus mendengar.
Bukan sekedar aku harus merasa.
……….
Lintasan ini, masihlah panjang,
Sisinya terasa pendek, namun ku tak mampu.
Melihat ujung dari lintasan ini.
Dan juga tokoh-tokoh baru dengan karakternya,
Yang akan datang.
Dan mungkin pada berakhirnya nafasku.
Tak ada garis untuk menggapai sisi lain lintasan itu.



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.