Jumat, 10 Agustus 2012

SammyKirana

Prolog : “ku coba memahami tempatku berlabuh,
Terdampar di keruhnya satu sisi dunia..
Hadir di muka bumi,
Tak tersaji indah,
Ku ingin rasakan cinta….”

…………………
Sebuah lagu dari Dewa 19, yang aku dengarkan lagi mala mini membawaku pada saat pertama kali aku mendengarnya.. lagu yang menegangkan setiap kali dibawakan. Aku ingat, waktu itu kelas X, aku baru benar-benar tahu akan liriknya. Sebelumnya, aku hanya sekilas saja mendengar lagu ini. Ini adalah single Dewa 19 pada tahun 1997, pada Album Pandawa Lima. Dan, lagu ini kemudian menjadi sesuatu, yang aku banget…
Seolah –olah liriknya memang diciptakan untuk aku. 

Lusuh lalu tercipta mendekap diriku, Hanya usung sahaja, Ku damba kirana,
Ratapan mulai usang, Nur yang ku mohon. Ku ingin rasakan cinta…
Manis seperti mereka…”

Aku tak tahu, kenapa aku menjadi tergila-gila terhadap lagu ini, terlebih “Kirana”, seolah-olah Kirana itu adalah sosok yang akan memberikan perubahan kepadaku. Dalam kamus bahasa Indonesia, Kirana mempunyai arti sinar, elok, anggun, molek dan lembut. Memang, kalau ku piker-pikir, sosok hawa yang aku dambakan, tentunya dia, memiliki sinar (inner beauty), elok, anggun (memiliki khas) dan juga lembut.

“Ayah bunda tercinta, satu yang tersisa, mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia..
Hidup tak ku sesali, mungkin ku tangisi, ku ingin rasakan cinta…”

Selayaknya apa yang ada dalam lagu tersebut, aku selalu punya akan pertanyaan tentang kehidupan ini. Berwujud rasa ingin tahu akan alam semesta, Ketuhanan, kekuatan, kemanusiaan, sejarah, ruang dan waktu, cinta, dan tentang kenapa dan mengapa semua ini bisa terjadi. Kadang, hidupku, menjadi bagian yang menangis di sisi dalam hatiku yang lain.

“peluhku pun mengering menanti jawabmu, tak ‘kan pernah usai cintaku padamu.
Hanya kata yang lugas yang kini tercipta, ku ingin rasakan cinta…”

Dan, setelah ini, menjadi kekuatan yang mendasari jiwaku. Kekuatan yang kadang kelebihannya justru menjatuhkanku dalam kehancuran. Aku sadar akan hal itu, namun entah kenapa aku sangat susah merubahnya, seolah-olah seluruh nafasku ini, terbuat darinya…

“semakin jauh ku melangkah, semakin perih jejak langkahku.. hariku pun semakin sombong, meski hidup terus berjalan…
Terus berjalan….”

Sampai kelas X berakhir, aku pun belum menemukan sosok kirana tersebut.

………………….

Batang, tahun 2007/2008, kelas XI IPA 4.

Setelah selesai dengan cerita dan kenangan di kelas X, aku naik kelas ke kelas XI IPA 4. Kelas yang unik, karena terletak di pojok sendiri, hampir sangat terpencil. Namun, komposisi penghuninya, bisa dibilang ‘wah’. Karena banyak anak organisasi di sini. Ada ketua PKS, Sie. Giat Ops ( Patroli Keamanan Sekolah), ada Ketua PMR, dan 2 anak buahnya (Palang Merah Remaja), ada kurang lebih 6 personil Pramuka, ada 3 personil Pecinta Alam, ada setidaknya 3 personil Rohis SMA, ada setidaknya 3 personil OSIS, dan yang tidak kalah saing, adalah adanya geng cewek cantik sekolah yang disebut-sebut spesies girls.
Namun, belum tentang kelas ini yang akan aku ceritakan, terlebih adalah asal-usul lahirnya nama Sammy. Ya, nama Sammy yang kemudian menjadi pasangan untuk kirana ini lahir belakangan.
Sebenarnya, asal nama ini berawal dari nama panggilan untuk hampir semua anggota kelas XI IPA 4. Ada yang bernama jannata, dipanggil a’at, ada yang bernama mufti, dipanggil joni, ada yang bernama yulianto, dipanggil wawuk, ada yang bernama fahmi, dipanggil bocul, ada yang bernama aji, dipanggil bolang, ada yang bernama fatah, dipanggil centeng, ada juga khaeruddin, dipanggil chibau, bahkan teman sebangkuku, diberi nama baim, padahal namanya baskoro, tak hanya cowok, cewek pun ada, arum dipanggil batu, kurnia, dipanggil dj dan masih ada juga yang lainnya.
Namun, dari sedemikian banyak itu, belum ada untukku nama panggilan itu. Hingga, akhirnya a’at yang memulai, dia memanggilku sempak. Yang artinya, celana dalam!? Apakah mukaku seperti celana dalam?? Tak ada artinya untuk marah, aku sudah bukan anak SD yang diejek marah, bukan pula anak SMP, yang digitukan malah memukul, aku anak SMA, yang ku anggap itu guyonan saja. Dan, ternyata guyonan itu menjadi keseharian dalam kelas, beberapa teman memanggilku, “mpak..”, namun, karena terlihat saru, akhirnya, dari nama Sempak, Cuma dipanggil “Sem..”, yang kelama-lamaan menjadi “Sam..”. kebetulan pula, waktu ada tv series berjudul Supernatural, dua tokoh utamanya bernama Dean Winchester dan Sam Winchester. Terinspirasi dari nama Sam Winchester yang biasanya dipanggil Sammy, aku pun menjadikan nama “Sam..”, menjadi “Sammy”. Dan, nama itu menjadi pasangan yang pas untuk Kirana. Hingga akhirnya, ketika membuat alamat email di yahoo, aku memakai nama sammykirana@yahoo.co.id sebagai alamat emailku. Tak berselang lama, aku membuat alamat email yang digoogle, yaitu sammykirana@gmail.com . perbedaanya, jika di yahoo aku untuk membuat akun Facebook, di google, aku untuk membuat akun blogger. Nama yang kemudian juga menjadi nama penaku.

…………………………..

Kalau dipikir-pikir sekarang, ada alasan kenapa nama itu menjadi milikku. Seolah-olah dua nama tadi, menjadi bagian yang berpasangan. Dua nama yang berselisih hampir setahun tersebut, kemudian menjadi akar masalah, menjadi kekuatan juga menjadi kelemahan, tinggal aku yang menentukan.
Sampai sekarang, yang memanggilku “sempak”  pun masih ada. Biarlah, itu sudah menjadi kenangan yang indah kala aku masih muda dulu. Sama seperti juga, masih ada yang bertanya, kirana itu siapa? Biarlah, itu menjadi pertanyaan yang mungkin belum bisa aku jawab.

……………………

Epilog : “Ayah bunda tercinta, satu yang tersisa.. mengapa kau tiupkan nafasku ke dunia, hidup tak sesali, mungkin ku tangisi, ku ingin rasakan cinta.. manis seperti mereka.. tulus seperti adanya.. suci seperti dirimu.. ingin rasakan cintamu….
Kirana jamah aku jamahlah rinduku, tak kan pernah usai cintaku padamu.. hanya kata yang lugas yang kini tercipta, ku ingin rasakan cinta….’


0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...