Merajut bintang di persimpangan sepi
Menanti apa yang jatuh
Seolah sendiri tergugah hati
Untuk menyapa gerangan berdiri
Hanya mata tajam mengawasi
Bahasa – bahasa bergelisah
Apakah sedang susah?
Ataukah menunggu seseorang?
Kau memanggil sayang
Namun kau terbuang
kau merajut cinta
namun kau tersia – sia
kau meraih hasrat
namun kau terjerat
sampai nyata kau berdiri
dalam sepi, tersiksa perih, dalam sunyi
membuang jalan berlalu
menunggu asa dalam hampirmu
Ditulis : 29 Februari 2008



0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.