Rabu, 30 Januari 2013

Boneka


“Kata orang, perbedaan jenius dengan bodoh itu hanya sedikit. Terkadang, pas kita melakukan hal yang tak biasa, dan itu berhasil, orang-orang akan menyebut kita “wow, hebat, atau juga jenius”, namun bila gagal, “bodoh, konyol, dungu”, jadi makanan pahit yang harus ditelan dalem-dalem..”

Sepertipun pagi itu, di kala semangat untuk membersihkan kamar ada, ku garap semua kerjaan, mumpung mood nih ceritanya. Dari yang namanya menata kamar tidur, bersihin kamar, menyuci pakaian, dan semuanya berhenti sejenak ketika ku dapati sebuah boneka beruang itemku. Memang, boneka ini terbilang kasihan sejak kenalan denganku dan ku bawa tidur bareng di kosku. Uupsss.. bukan berarti kaya cewek-cewek yang tidur terus meluk boneka lho.. bukan juga menggauli boneka, tenang aja, bonekaku cowok kok.. tau darimana? :P yang jelas, aku masih normal. 

Oke, kembali tentang boneka tadi, jadi itu sebenarnya bonekanya mbakku, tapi ku bawa ke Semarang, dari pada di rumah Cuma diem menunggu jodohnya, mending ikut aku, siapa tahu ketemu jodohnya. Dan, boneka itu terlihat kotor, setelah dulu sempat aku gantung di tiang-tiang kamar, walau beberapa hari sebelumnya sudah aku turunkan untuk ku gunakan sebagai bantal tidur, namun, karena debu yang menempel di tubuhnya banyak banget, maka aku puny aide brilian, MENCUCINYA.

Ide yang ku rasa baru terfikirkan setelah hidup bersama boneka ini selama hampir dua tahun, wow, jadi selama dua tahun, dia gak pernah mandi? Brilian bukan. Jenius. Lalu ku bawa dia ke belakang, terfikirkan olehku,”Bagaimana cara mencucinya?”. Bila Tsubasa Ozora punya slogan, “Bola adalah Teman”, maka aku pun punya, “Boneka adalah Teman”. Jadi boneka dan aku hampir sama, jika aku mandi, dia juga mandi. Ku perlakukan istimewa bonekaku, ku ambil ember, dan ku isi air. Lalu, dengan keyakinan tinggi, bahwa aku akan melihat bonekaku menjadi bersih cling, ku masukkan dia ke dalam ember, dan… blep..blep..blep.. mungkin kalau dia bisa bicara, dia akan protes, “jangan bunuh saya..”,hehehe….

Ku lihat air berkurang, ku tambahkan lagi airnya, berkurang lagi, ku tambahkan lagi.. hingga akhirnya ku sadar, “Kemana airnya tadi, masa bonekaku hidup dan minum airnya??”. Ohh… aku telah melakukan kekonyolan besar, ketika ku angkat bonekaku untuk memeriksa ember, siapa tahu bocor, dari pantat boneka, mengalir air deras.. cuuuuurrrr.. cuuuuuurrrrr…. “Bonekanya pipis?”. Di sinilah letak kesalahanku, ku lupa kalau isi boneka itu adalah kapas, kalau kapas dikasih air, ia akan menyerap air dan mimpes. Ditambah lagi, cuaca di Semarang selalu mendung, “Kapan Garinge ki…”.

Akhirnya, aku benar-benar membunuh bonekaku, ya, dari pada menunggu keringnya lama, aku ambil tambang, dan aku gantung, sekalian agar airnya pada turun ke bawah semua. Kalau diliat-liat, itu seperti boneka yang bunuh diri tergantung pasrah meratapi nasibnya sendiri.
Mungkin, buat teman-temanku yang liat, aku di liat aneh ya, ya memang aneh,hehehe.. harusnya, Cuma kulit boneka yang aku cuci, jadi bukannya dimandikan seluruh tubuhnya…
Dan, sampai empat haripun, belum kering dianya. Benar-benar pengalaman pertama yang konyol.

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...