“Kata
orang, perbedaan jenius dengan bodoh itu hanya sedikit. Terkadang, pas kita
melakukan hal yang tak biasa, dan itu berhasil, orang-orang akan menyebut kita
“wow, hebat, atau juga jenius”, namun bila gagal, “bodoh, konyol, dungu”, jadi
makanan pahit yang harus ditelan dalem-dalem..”
Sepertipun
pagi itu, di kala semangat untuk membersihkan kamar ada, ku garap semua
kerjaan, mumpung mood nih ceritanya. Dari yang namanya menata kamar
tidur, bersihin kamar, menyuci pakaian, dan semuanya berhenti sejenak ketika ku
dapati sebuah boneka beruang itemku. Memang, boneka ini terbilang kasihan sejak
kenalan denganku dan ku bawa tidur bareng di kosku. Uupsss.. bukan berarti kaya
cewek-cewek yang tidur terus meluk boneka lho.. bukan juga menggauli boneka, tenang
aja, bonekaku cowok kok.. tau darimana? :P yang jelas, aku masih normal.
Oke,
kembali tentang boneka tadi, jadi itu sebenarnya bonekanya mbakku, tapi ku bawa
ke Semarang, dari pada di rumah Cuma diem menunggu jodohnya, mending ikut aku,
siapa tahu ketemu jodohnya. Dan, boneka itu terlihat kotor, setelah dulu sempat
aku gantung di tiang-tiang kamar, walau beberapa hari sebelumnya sudah aku
turunkan untuk ku gunakan sebagai bantal tidur, namun, karena debu yang
menempel di tubuhnya banyak banget, maka aku puny aide brilian, MENCUCINYA.
Ide
yang ku rasa baru terfikirkan setelah hidup bersama boneka ini selama hampir
dua tahun, wow, jadi selama dua tahun, dia gak pernah mandi? Brilian bukan.
Jenius. Lalu ku bawa dia ke belakang, terfikirkan olehku,”Bagaimana cara
mencucinya?”. Bila Tsubasa Ozora punya slogan, “Bola adalah Teman”, maka
aku pun punya, “Boneka adalah Teman”. Jadi boneka dan aku hampir sama, jika aku
mandi, dia juga mandi. Ku perlakukan istimewa bonekaku, ku ambil ember, dan ku
isi air. Lalu, dengan keyakinan tinggi, bahwa aku akan melihat bonekaku menjadi
bersih cling, ku masukkan dia ke dalam ember, dan… blep..blep..blep.. mungkin
kalau dia bisa bicara, dia akan protes, “jangan bunuh saya..”,hehehe….
Ku
lihat air berkurang, ku tambahkan lagi airnya, berkurang lagi, ku tambahkan
lagi.. hingga akhirnya ku sadar, “Kemana airnya tadi, masa bonekaku hidup
dan minum airnya??”. Ohh… aku telah melakukan kekonyolan besar, ketika ku
angkat bonekaku untuk memeriksa ember, siapa tahu bocor, dari pantat boneka,
mengalir air deras.. cuuuuurrrr.. cuuuuuurrrrr…. “Bonekanya pipis?”. Di
sinilah letak kesalahanku, ku lupa kalau isi boneka itu adalah kapas, kalau
kapas dikasih air, ia akan menyerap air dan mimpes. Ditambah lagi, cuaca
di Semarang selalu mendung, “Kapan Garinge ki…”.
Akhirnya,
aku benar-benar membunuh bonekaku, ya, dari pada menunggu keringnya lama, aku
ambil tambang, dan aku gantung, sekalian agar airnya pada turun ke bawah semua.
Kalau diliat-liat, itu seperti boneka yang bunuh diri tergantung pasrah
meratapi nasibnya sendiri.
Mungkin,
buat teman-temanku yang liat, aku di liat aneh ya, ya memang aneh,hehehe..
harusnya, Cuma kulit boneka yang aku cuci, jadi bukannya dimandikan seluruh
tubuhnya…
Dan,
sampai empat haripun, belum kering dianya. Benar-benar pengalaman pertama yang
konyol.




0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.