Sabtu, 19 Januari 2013

Cerita di Kampus Indraprasta (Part 2)


Bagian 2 : “Beginner”

Bulan Ramadhan telah berakhir, sekolah akan kembali ke aktivitas semula..”

Kami kembali ke sekolah lebih cepat dari Mahasiswa PPL di Sekolah lain. Itu karena SMK Muhammadiyah punya agenda akreditasi. Jadi semua mahasiswa PPL diharapkan bisa membantu persiapan akreditasi. Untuk hari sabtunya aku belum bisa untuk hadir, jadi aku hadir pas hari minggu. Namun, saat itu persiapan sudah selesai, yang ada kami hanya mengikuti acara halal bihalal guru secara sederhana.


Akreditasi pun berlangsung dengan tanpa kendala, namun untuk mengetahui hasilnya baru bisa diketahui kurang lebih sebulan lamanya. Dan, mulai inilah aku diberi kepercayaan oleh guru pamongku, Bu Anita untuk mengajar. Kali pertama aku masuk kelas adalah kelas XI Akuntansi, namun saat itu belum disuruh untuk menyampaikan materi, jadi aku hanya mengajak bermain game sambil mereka mencatat materi yang akan diajarkan. Ini bukan kelas yang aku pegang sebenarnya.

Kelas yang sesungguhnya aku pegang adalah kelas X Animasi. Kelas yang memiliki jumlah cowok terbanya dalam 1 sekolah, kelas yang luar biasa. Kali pertama aku mengajar mereka, mereka sedikit lebih pendiem, ada beberapa yang menarik perhatianku, seperti Aska, Nanda, Rafli, Nurul, Besti, Ade, dan juga Citra.

Secara keseluruhan, personil kelas ini ialah Ade Fitri Ayu Rizky, Azka Sofie Ulin Nuha, Bayu Pratama Putra, Bestiana Yoami Putri, Citra Putri Ariska, Istiqomah, Ivon Lidyantoro Putra, Jeny Dia Suryana, Kristin Wahyu Setyowati, Kurniasari, Maryam Naurah Arrykhana, Meggi Maleo Sese, Mochammad Nur Ridho Zakaria, Muhammad Rafli, Nanda Wenas Wijaya, Nisfu Nur Afifah, Nurrin Alvintri Fathlah, Nurul Lutfhi Istiqomah, Rahma Rizki Utari, Reni Ambarwati, Rifqi Nisaul Hikam, Rima Marta Soraya, Selva Haneda Maula, Vidya Endah Hapsari, Wahyu Susilo Arum, Yoga Hadi Prasetyo, Zulaicka Nurul. H, dan Dicky Pratama.

Salah satu kenangan bersama kelas ini adalah ketika acara sosialisasi program sekolah kepada orang tua murid, aku ditugasi untuk mengawal kelas ini, berhubung ruangannya tidak ada, aku bawa mereka ke masjid, dan disinilah baru ku sadari, kelas ini susah untuk dikendalikan. Salah satu komandan yang perlu ku khususkan adalah Citra, Besti, Nurul, Aska dan juga Bayu. Dan ketika ku ajak mereka ke lab, inilah suatu moment luar biasa dari mereka, “Pak, dari pada disini kita mengganggur, lebih baik kita pulang. Di rumah malah kita punya kerjaan. Mari kita tumpaskan pengangguran!!”. Suatu hal yang luar biasa, aku tak bisa marah, karena memang itulah yang ada di pikiranku.

Memang kelas ini sangat luar biasa ramai, namun dibalik keramaian yang juga dikeluhkan guru-guru lain, aku melihat hal yang luar biasa. Ialah kekompakan dan persahabatan yang ada pada mereka. Namun apa yang ada pada mereka, tak bisa membuatku marah, malah aku melihat sifat yang lucu di setiap diri mereka, bagaimana tidak, di sayap sebelah dekat pintu, berisi anak-anak yang cerewet macam Ade, Besti, Nurul, Aska, dan Citra. Sedangkan di sayap sebelah dekat perpus, berisi anak-anak agak pendiem seperti Vidya, Nurin, dan kelompoknya..

Kelas ini menjadi kelas yang istimewa bagiku, walau sedikit harus menguras tenaga, ku rasa memang sudah ditakdirkan untuk menangani kelas ini, nyatanya aku diberik kepercayaan oleh Bu Tika menjadi asisten beliau mengajar TIK kelas ini.

Beberapa hari kemudian, aku dan juga Yana diberi amanah untuk mengampu kelas XI Akuntansi, kelas yang sangat berbeda dengan kelas X Animasi. Bila Yana mungkin biasa saja ketika masuk kelas ini, namun aku jujur, kaget, setelah terbiasa berkeringat di X Animasi, ketika masuk kelas ini, suasana jauh beda, anak-anaknya gampang diatur dan juga aktif dan lumayan pendiem. Beberapa yang menonjol ialah Nur Galih, Nur Kholifah, Novi, Tia, dan juga sang ketua kelas, Indah Susilowati.

Dan cerita ini masih berlanjut…

0 komentar:

Posting Komentar

silakan beri komentar, kritik, atau saran.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...