Bagian 2 : “Beginner”
“Bulan Ramadhan
telah berakhir, sekolah akan kembali ke aktivitas semula..”
Kami kembali ke
sekolah lebih cepat dari Mahasiswa PPL di Sekolah lain. Itu karena SMK
Muhammadiyah punya agenda akreditasi. Jadi semua mahasiswa PPL diharapkan bisa
membantu persiapan akreditasi. Untuk hari sabtunya aku belum bisa untuk hadir,
jadi aku hadir pas hari minggu. Namun, saat itu persiapan sudah selesai, yang
ada kami hanya mengikuti acara halal bihalal guru secara sederhana.
Akreditasi pun
berlangsung dengan tanpa kendala, namun untuk mengetahui hasilnya baru bisa
diketahui kurang lebih sebulan lamanya. Dan, mulai inilah aku diberi
kepercayaan oleh guru pamongku, Bu Anita untuk mengajar. Kali pertama aku masuk
kelas adalah kelas XI Akuntansi, namun saat itu belum disuruh untuk
menyampaikan materi, jadi aku hanya mengajak bermain game sambil mereka
mencatat materi yang akan diajarkan. Ini bukan kelas yang aku pegang
sebenarnya.
Kelas yang
sesungguhnya aku pegang adalah kelas X Animasi. Kelas yang memiliki jumlah
cowok terbanya dalam 1 sekolah, kelas yang luar biasa. Kali pertama aku
mengajar mereka, mereka sedikit lebih pendiem, ada beberapa yang menarik
perhatianku, seperti Aska, Nanda, Rafli, Nurul, Besti, Ade, dan juga Citra.
Secara keseluruhan,
personil kelas ini ialah Ade Fitri Ayu Rizky, Azka Sofie Ulin Nuha, Bayu
Pratama Putra, Bestiana Yoami Putri, Citra Putri Ariska, Istiqomah, Ivon
Lidyantoro Putra, Jeny Dia Suryana, Kristin Wahyu Setyowati, Kurniasari, Maryam
Naurah Arrykhana, Meggi Maleo Sese, Mochammad Nur Ridho Zakaria, Muhammad Rafli,
Nanda Wenas Wijaya, Nisfu Nur Afifah, Nurrin Alvintri Fathlah, Nurul Lutfhi Istiqomah,
Rahma Rizki Utari, Reni Ambarwati, Rifqi Nisaul Hikam, Rima Marta Soraya, Selva
Haneda Maula, Vidya Endah Hapsari, Wahyu Susilo Arum, Yoga Hadi Prasetyo,
Zulaicka Nurul. H, dan Dicky Pratama.
Salah satu kenangan
bersama kelas ini adalah ketika acara sosialisasi program sekolah kepada orang
tua murid, aku ditugasi untuk mengawal kelas ini, berhubung ruangannya tidak
ada, aku bawa mereka ke masjid, dan disinilah baru ku sadari, kelas ini susah
untuk dikendalikan. Salah satu komandan yang perlu ku khususkan adalah Citra,
Besti, Nurul, Aska dan juga Bayu. Dan ketika ku ajak mereka ke lab, inilah
suatu moment luar biasa dari mereka, “Pak, dari pada disini kita
mengganggur, lebih baik kita pulang. Di rumah malah kita punya kerjaan. Mari
kita tumpaskan pengangguran!!”. Suatu hal yang luar biasa, aku tak bisa
marah, karena memang itulah yang ada di pikiranku.
Memang kelas ini
sangat luar biasa ramai, namun dibalik keramaian yang juga dikeluhkan guru-guru
lain, aku melihat hal yang luar biasa. Ialah kekompakan dan persahabatan yang
ada pada mereka. Namun apa yang ada pada mereka, tak bisa membuatku marah,
malah aku melihat sifat yang lucu di setiap diri mereka, bagaimana tidak, di
sayap sebelah dekat pintu, berisi anak-anak yang cerewet macam Ade, Besti,
Nurul, Aska, dan Citra. Sedangkan di sayap sebelah dekat perpus, berisi
anak-anak agak pendiem seperti Vidya, Nurin, dan kelompoknya..
Kelas ini menjadi
kelas yang istimewa bagiku, walau sedikit harus menguras tenaga, ku rasa memang
sudah ditakdirkan untuk menangani kelas ini, nyatanya aku diberik kepercayaan
oleh Bu Tika menjadi asisten beliau mengajar TIK kelas ini.
Beberapa hari
kemudian, aku dan juga Yana diberi amanah untuk mengampu kelas XI Akuntansi,
kelas yang sangat berbeda dengan kelas X Animasi. Bila Yana mungkin biasa saja
ketika masuk kelas ini, namun aku jujur, kaget, setelah terbiasa berkeringat di
X Animasi, ketika masuk kelas ini, suasana jauh beda, anak-anaknya gampang
diatur dan juga aktif dan lumayan pendiem. Beberapa yang menonjol ialah Nur
Galih, Nur Kholifah, Novi, Tia, dan juga sang ketua kelas, Indah Susilowati.
Dan cerita ini masih
berlanjut…


0 komentar:
Posting Komentar
silakan beri komentar, kritik, atau saran.