“Bersamamamu ku habiskan waktu, senang bisa mengenal dirimu, rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya...”
.......................................
Kali ini aku berdiri di antara deretan bangku-bangku berwarna coklat, bangku-bangku yang satu mejanya memuat dua bangku, bangku-bangku yang penghuninya adalah mereka-mereka yang berseragam putih abu-abu...
Terbayang dalam benakku, kala menatap deretan bangku tersebut. Dimana ketika waktu ditarik mundur ada aku di kala SMA, duduk manis memperhatikan guru, dan ketika ku menoleh ke samping, ada mereka. Mereka yang pernah mengisi sisi samping kanan maupun kiriku ketika aku masih bersekolah. Mereka ialah...
Teman Sebangku.


