Senin, 10 Oktober 2016

Kaulah Cinta Terakhirku


*****
Kau adalah cinta terakhirku,
kalau kau memutuskan pergi,
aku kan menutup hati

Minggu, 09 Oktober 2016

Cerita Di Hari Minggu

Kemarin kita bertengkar... sesaat setelah kau bangun dari tidurmu dan aku merebahkan penat kerjaku...
dan hari ini kita sedang saling diam. dengan sejuta ego dan gengsi untuk menyapa satu sama lain.
untuk sekedar sms atau bahkan cuma miscall dengan privat number,
sama sekali tak kita lakukan.
apa kamu tak tahu?

Sabtu, 08 Oktober 2016

Tak Seasyik Dulu

Saat ini mungkin kau merasa lebih dari masa lalu. Lebih Islami dari dahulu.
Tapi aku melihatmu seperti bukan orang yang ku kenal.
Aku merasa ada seseorang di antara kau dan aku.
Seseorang yang menjadikanmu berbeda dari yang aku kenal.
Atau kau melihat seseorang itu sebagai motivasi agar aku bisa sealim dia.

Sendiri Dulu

Sekarang ini aku hanya sedang memikirkan segala sesuatunya sendiri. Tidak. Bukan maksudku mengacuhkan keberadaanmu di sampingku sekarang, namun terlebih aku merasa kita sedang pada frase yang berbeda.

Kamis, 22 September 2016

Mahendra Jefri - Terjal (2016)

Sudah setahun, sejak aku menulis album pertama yang berjudul “Biru”, kini sebuah karya tercipta lagi. Sebuah karya yang sangat jauh berbeda dengan konsep di album “Biru”. Album ini berjudul “Terjal”.

Kenapa “Terjal” ???

 
Banyak hal yang menjadi inspirasi untuk memberi judul di album ini. Single pertama dalam album ini berjudul “Terjal”, lalu kemudian dalam proses pembuatannya juga menemui banyak hambatan, seperti laptop yang rusak, sound yang terganggu, sampai padatnya kegiatan yang menjadikan album ini baru selesai dalam waktu hampir 4 bulan.  

Rabu, 08 Juni 2016

Tipu

Dan yang ku sadari sekarang,
Tidak lebih dari sekadar bayangan.
Hal yang ku lihat dahulu adalah suci.
Tak lebih dari biasan dari kesuraman nyata.
Dan aku berdiri di antaranya.
Di antara debu~debu yang sengaja disembunyikan oleh pemiliknya.
Di antara kemenangan yang tak ada kebanggaan di belakangnya.
Tdakkah Kau melihat mereka mulai ragu padamu?
Tak Kau lihatkah mereka mengambil kebenaran darimu?
Kau yang tahu segalanya.
Kau yang tahu arti dari kebusukan yang ku saksikan.
Kau yang tahu gejolak hasrat yang bertutupkan ayat.
Kau yang tahu....

Ketika Kau Telah Pergi

Sekarang, ketika engkau telah benar-benar pergi.
Mungkin hanya sederet kenangan saat bersamamu dululah yang bisa menjadi pembendung air mataku.

Kau tahu?
Dalam malam-malamku saat kau mendekati waktumu, ku beranjak agak jauh darimu.

Bukan karena aku tak sayang kepadamu...
Namun terlebih karena aku takut. Takut akan perasaan sayangku menjadikanku lemah.

Aku tak ingin menjadi lemah saat kau lihat nanti.

Aku tak ingin kau menjadi iba, seperti ketika aku masih kecil dulu.
Walau begitu, sebesar apapun kekuatanku nanti. Sedewasa apapun diriku nanti. Aku tetap cucu kecilmu.

Kau tahu? Saat ini aku merindukan masa-masa kita dahulu.
Masa saat aku belum punya kamar dan tidur bersamamu.
Masa dimana kau selalu memberiku uang untuk jajan.
Masa dimana kau membelikanku cemilan walau kadang ku tak lapar.
Masa dimana kau memintaku mengantarmu.
Masa dimana kau membujukku ketika aku merajuk.

Aku memang tak bisa menjadi cucu yang baik untukmu.
Namun di kesendirianku,
Aku masih cucu kecilmu.

Aku mungkin tak meneteskan air mataku,
Saat kau sakit, saat kau tak ada,
Bahkan saat tanah itu menutupi seluruh ragamu.
Namun, semua itu adalah kebohongan jika aku tak sedih.
Dulu kau tak kan lihat apa yang tak pernah kau lihat.

Sekarang, di alam sana, ku harap kau mengerti betapa rapuhnya perasaanku saat ini.
Perasaan menyesal karena ku membuang kebaikan yang harusnya ku berikan kepadamu.
Perasaan kesal karena aku tak bisa jadi orang yang baik untukmu...

Perasaan kehilangan.
Sekarang kau telah pergi.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...