Kamis, 20 Oktober 2011

Imagi Cinta

Mencintaimu adalah sebuah imajinasi
Dimana aku melihat hal yang tak nyata
Mendengar yang tak bersuara
Berucap tak berbentuk kata.

Aku menghadapi phobia akan imajinasi
Saat aku bertemu,
Dan mengenal awal-awal cinta.

Kamu sebuah inspirasi

Rabu, 19 Oktober 2011

Separuh Nafas

Rumah sakit. Tahun ’90-an...
Ini adalah cerita ibuku yang menunggui aku. Di sepinya dunia saat itu, masa-masa aku tak mengenal siapapun kecuali sesosok wajah lembut ibuku, aku bertarung dengan nafasku. Aku tak melihat apa pun atau pun merasakan apa pun. Penerjemahanku mengenai hidup masihlah kosong. Ya, mungkin karena baru berapa hari aku melihat dunia, dan itu hanya sekelumit dari kotak-kotak yang nantinya akan terbuka. Kata ibuku, nafasku seperti garis-garis diskrit,, patah-patah. Memang itulah yang diharapkan, seluruh orang yang didalam ruangan itu, kata ibuku, berharap garis-garis patah-patah itu tetap ada. Kata ibuku, nafasku terlihat pendek dan berat. Seolah-olah oksigen dalam ruangan itu, terasa terbatas. Padahal, tiga orang lain, ibuku, ayahku, nenekku, tidaklah merasakan itu. Hanyalah aku, berjuang untuk hidup. Tapi aku,

Rabu, 05 Oktober 2011

Maha Cinta

Ketika susah, lebih aku bisa bertahan dalam ketiadaan.
Namun, dalam perih tentangmu.
Aku merasakan sesak di dadaku.
Ku kira, itu (hanya) karena pengap udara kamarku.
Namun, sebanyak apapun oksigen ku hirup,
Sesak itu tiada hilang.
Seolah-olah itu jadi penyakitku kini.
Dalam cinta, ada benci.
Ku yakin, dalam duri-duri benci yang tumbuh itu, adalah bahasa kasar dari perasaan cinta.
Dan, aku pernah merasakannya.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...