Minggu, 26 Agustus 2012

Kebo

Rintik hujan di malam hari, seperti kala ku bayangkan dirimu
dalam penantian kala kau marah
menutup percakapan,
serta kehangatan antara kita.
Kau, kini, terdampar dimana?
padahal baru saja aku membayangkan,
memilikimu.
mendekapmu.

Jumat, 10 Agustus 2012

SammyKirana

Prolog : “ku coba memahami tempatku berlabuh,
Terdampar di keruhnya satu sisi dunia..
Hadir di muka bumi,
Tak tersaji indah,
Ku ingin rasakan cinta….”

…………………
Sebuah lagu dari Dewa 19, yang aku dengarkan lagi mala mini membawaku pada saat pertama kali aku mendengarnya.. lagu yang menegangkan setiap kali dibawakan. Aku ingat, waktu itu kelas X, aku baru benar-benar tahu akan liriknya. Sebelumnya, aku hanya sekilas saja mendengar lagu ini. Ini adalah single Dewa 19 pada tahun 1997, pada Album Pandawa Lima. Dan, lagu ini kemudian menjadi sesuatu, yang aku banget…
Seolah –olah liriknya memang diciptakan untuk aku. 

Rabu, 08 Agustus 2012

Karakter

Aku merasa lelah berjalan di tepian ini,
Tak terasa jarak yang ku tempuh.
Seberapa jauhkah?
Ku terhalang pesona,
Malam-malam penuh bintang.
Deburan ombak di pesisir pantai.
Kicauan lembut burung-burung gereja di senjanya
Cahaya rembulan yang menerangi kesunyian hariku.
Seolah adalah gambaran wajah-wajah yang baru saja aku lihat.
Dan itu sebuah karakter yang sama.
Tidak jauh berbeda dengan dulu,

Sabtu, 04 Agustus 2012

Tersia-sia

Merajut bintang di persimpangan sepi
Menanti apa yang jatuh
Seolah sendiri tergugah hati
Untuk menyapa gerangan berdiri
Hanya mata tajam mengawasi
Bahasa – bahasa bergelisah
Apakah sedang susah?
Ataukah menunggu seseorang?
                       
Kau memanggil sayang
Namun kau terbuang

Jumat, 03 Agustus 2012

Kangen

“Baru kali ini, aku merasakan kesepian tanpa kehadiranmu… tidak seperti hari-hari biasanya…”

Malam ini terasa aneh bagiku. Entah kenapa, perasaan tak tenang menemaniku. Rasa-rasanya ada yang hilang, seolah-olah bagian dari jiwaku ada di sisi lain. Aku mendengar suara-suara lirih membahana, mengatakan tentang cerita, cerita milik kita. Ya, malam ini, malam pertama aku tanpamu. Kau dan aku terpisah oleh ruang dan waktu, dimana jarak menjadi penahan pelukan kita, dan waktu menjadi terali kerinduan kita.

Aku ingin melihatmu lagi di sisiku, seperti malam-malam sebelumnya, kala kita menghabiskan setengah malam bersama. Tidak peduli akan dinginnya malam yang menusuk hingga ke tulang, atau sepinya suara di keramaian massa, karena terasa hanya aku dan kau.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...