Hujan turun, menemani
kehampaan yang aku rasakan di keramaian kota ini. ku terendap langkah di
kekosongan, tanpa tahu harus kemana? tanpa mengerti, harus melakukan apa.
seolah semua yang terjadi di sini, tak ada awal dan tak ada akhir. ini semua
karena engkau. cerita-cerita tentang kita, amat selalu ku nantikan lagi hadir di
kesepianku kini. sayang, kita terbelenggu dalam amarah yang teramat sangar
menyiksa, dikekang ego yang amat menyakitkan hati, jarak yang terbentang antara
kita saat ini, tak lah jauh. hanya berselang lima -tujuh menit, antara kau dan
aku. namun itu, seolah menjadi ratusan kilometer kini. seakan-akan kau amat
jauh kini. seakan-akan kau kau tak memikirkan aku lagi.
Rabu, 24 Juli 2013
Kamis, 11 Juli 2013
Terjal
Tercipta di alur waktu,
perlahan, menyatu dalam rasa
serentak jiwaku mengharapkan dirimu diriku
dalam satu wajah yang sama
dalam satu tanah yang sama,
sebuah rumah bersih dan suci
walau aku harus berdebu,
bertahan dalam kesalahan,
berjalan di jalanan sarat kerikil tajam,
bertanah becek,
semua untuk kau dan aku
agar bahagia,
dalam satu himpunan yang diminta oleh-Nya.
Entri Populer
-
Ketika aku berbicara tentang hujan. Itu bukan berarti benar-benar aku menyukai tentang hujan. Bukan menyukai tentang bagaimana setiap...
-
I. Mukadimah Sepak bola merupakan salah satu olahraga terpopuler di jagat raya ini. Kepopuleran yang mampu membius impian anak-anak untuk ...
-
Aku merasa lelah berjalan di tepian ini, Tak terasa jarak yang ku tempuh. Seberapa jauhkah? Ku terhalang pesona, Malam-malam penu...
-
Aku ingin menjadi sebuah nafas , yang selalu kau butuhkan dalam hidupmu, Aku ingin menjadi nyanyian , yang selalu kau rindukan kedamaiannya,...
-
Prolog : “ku coba memahami tempatku berlabuh, Terdampar di keruhnya satu sisi dunia.. Hadir di muka bumi, Tak tersaji indah, Ku ingin rasaka...



