Senin, 18 Juni 2012

Introvet


Hujan baru saja berhenti turun. Ku lihat cahaya matahari berganti awan gelap yang membawa malam turun di penghujung hari.

Lilin-lilin berpendar menggantikan cahaya matahari yang menghilang. Hawa dingin merasuk jauh ke sumsum tulang. Memelukku dengan dingin beku angin malam. Aku terpana. Tak ada bayangan, karena tak ada cahaya. Hanya ada wajah-wajah gelap. Kisah pilu, tentang cinta, ketidakadilan, kemarahan, keputusasaan, dan perpisahan. Seolah-olah semuanya hanya menjadi penindasan atas sejarah. 

Aku berlari menhampiri rumahku, masih sangat basah tubuhku oleh air hujan. Terdiam aku berdiri di ujung pintu. Ada tulisan di pintuku. “kau adalah diriku”.
Sesuatu kata merasuk ke dalam alam bawah sadarku.

Jumat, 15 Juni 2012

Duniaku

Pemilik dunia ini adalah aku
Tatanan kecemasanmu
Sesakkan nafas dirimu
Kau adalah ayat –ayat setan
Kau adalah bisikan jahanam
Kau adalah kebencian
Tercipta dari do’a
Ingin aku kau mati

Sabtu, 09 Juni 2012

Kisah Sebuah Album (“sebuah memory…” )

aku dan nomor lima, ‘riwayat hidup’..”

Sebuah album tercipta
Oleh seutuhnya  sesaat  harapan
Mengaguminya
Menulis guratan tiap jengkal
Langkah nadi  yang  menggambarkan
Bentangan pandang indahnya
Dirinya
Seolah aku merasuki diriku
Kemudian hatinya
Lalu dirinya
Dan  jatuh dalam buaian
Setengah cinta

Selasa, 05 Juni 2012

Perjalanan

“waktu jalan kita tiada tahu nasib waktu…“

Tiga pemuda berjalan menyusuri kabut jati diri
Bertanya akan wajah yang akan hadir di baliknya
Dan seberang kegelisahan
Atau secercah senyuman.
Tiga pemuda hanya melangkah menepiskan lelah
Memeluk rasa jenuh akan kepenatan 

Sabtu, 02 Juni 2012

Dualisme

Kamarku, 30 Mei 2012.

“sebuah jarak terbentang antara kita karena ada ketaksepahaman antara kita. Menjadikan samudra perbedaan yang memisahkan diri kita..”

Hariku baru saja hampir berakhir. Warna-warna jingga cahaya berganti gelap malam penuh bintang. Cahaya menawarkan sebuah hamparan persembahan kepadamu. Kepada kita yang telah berdiam diri di pertemuan kita. Ku dengar detak jantungku, serasa kesendirian ini menjadi perih saat aku membayangkan hal-hal yang di luar logika kala kau tak di sampingku. Entah kenapa kau selalu memulai perpisahan antara kita? Atau sekedar kebisuan yang seharusnya menjadi barang tabu untuk kita miliki. 

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...