Rabu, 25 Juli 2012

Langgar

Prolog : “kala menjadi manusia dewasa, menjadi makhluk yang termakan usia, hal yang paling manis adalah cerita, kenangan-kenangan kala kecil, kala raga ini masih muda dan semuanya tentang masa lalu menjadi sangat manis untuk diingat kembali..”

Begitu banyak cerita yang ada di dalam kehidupanku, tentang masa kecilku. Ya, yang terindah dan paling menyenangkan di segala masa ini, ialah masa-masa anak-anak. Masa dimana kita bisa bermain, belajar polos tanpa beban apa pun.

Seperti pun bulan Ramadhan ini, kala aku pulang ke Batang, kampung halamanku, aku menemukan sejuta kenangan yang bisa aku ingat kembali. sejuta kenangan dari sederet rentetan manis cerita di masa lalu. Kenangan kala shalat di masjid ini. Masjid Baitul Hidayah.

Rabu, 18 Juli 2012

Do'a

Kepada Yang Maha Kuasa pemilik raga dan jiwa manusia..
Aku telah kalah hari ini,
Dalam suatu peperangan yang bersandar jiwa
Tinggal raga berhampa jiwa.
……
Kepada pemilik cinta rakyat manusia.
Aku telah runtuh hari ini.

Minggu, 15 Juli 2012

Gantung Leher

Prolog : “……orang yang punya hati tegar tak mungkin bunuh diri walau menghadapi kesulitan seperti apa pun…”

Sebuah kisah.

Ini adalah cerita dari serial detektif kindaichi jilid ke 10, yang berjudul : “Pembunuhan di Sekolah Gantung Leher”. Awal dari cerita bermula dari Kindaichi-juga Miyuki-yang mengikuti tes di Colegge yang akrab disebut Sekolah Gantung Leher. Ya, karena di sekolah ini banyak yang mati gantung diri karena stress menghadapi ujian. Sayang, awal kedatangan mereka disambut kurang baik oleh ketidaknyamanan suasana, terjadi tragedi ‘darah ayam’ yang mengotori lembar jawaban tes masuk college.

Dan itu jadi awal dari sebuah kasus yang sebenarnya berasal dari dendam di masa lalu.

Jumat, 13 Juli 2012

Dalam Kardus

Prolog : “ketika hati ini tetapkan pilihan… adakah kuasa diri ‘tuk coba abaikan…”

Dalam do’aku, aku ingin hidup di hatimu. Kala kesepian melandamu, kau masih memikirkanku, kala sunyi hadir di harimu, kau masih membayangkanku. Kenangan-kenangan singkat antara kita berdua, menjadi buku yang harus dimasukkan dalam kardus. Ke dalam kotak yang mungkin tak akan dibuka lagi.

Olehku, atau pun olehmu.

Kau, memvonis garis perpisahan di antara kita. Semudah itu kau ucapkan? Sebuah kata yang sangat berat aku terima kenyataannya.

Cerita Milik Kita

Prolog : “Inginnya aku lama bersama kamu..”

Angin laut berhembus mesra di antara kita. Seolah-olah sejuknya menawarkan selamanya ingin di sini. Seperti yang kau pernah katakan padaku, kau akan menemaniku di pantai ini. Kita melihat berdua, deburan ombak di sisi utara kota ini, dimana perlahan-lahan hari menjadi senja, dan matahari terbenam menjadi penantian kita berdua.

Ya, untuk melihat matahari terbenam di birunya laut yang menjadi gelap. Suatu hal yang kau jarang ketahui. Bebatuan ini menjadi sandaran aku untuk mendekapmu. Menghapuskan kesedihan yang sempat menerpa kita berdua. Dalam garis ketidakpercayaan yang kemudian menjadikan supremasi atas jauhnya diri kita.

Rabu, 11 Juli 2012

Malaikat Kecilku

Prolog : “Bila ada satu kalimat sederhana yang ingin ku ucapkan kepadamu, ialah aku sayang padamu selamanya ibuku….”

Hari ibu. Baru saja berlalu dengan semaraknya warna di berbagai media. Deru-deru yang menghiasi ponsel, Koran, internet dan berbagai media lainnya.

Ibu, adalah sesosok malaikat kecil yang diturunkan kepada kita. Walau dia tiada bersayap, atau bisa membawa kita terbang, namun aku percaya, ada sayap di dalam cintanya, yang memberikan rasa aman kala kita gundah, ada cahaya di balik sayapnya yang memberikan terang di gelapnya hari kita.

Sabtu, 07 Juli 2012

Satu

“Aku ini adalah dirimu, cinta ini adalah cintamu..
Aku ini adalah dirimu, jiwa ini adalah jiwamu..
Rindu ini adalah rindumu..
Darah ini adalah darahmu…”

Aku terbentuk dari sebuah gelap malam tanpa bintang. Di kala bintang-bintang enggan menampakkan wujudnya. Di kala sinar rembulan menjadi sunyi oleh terangnya. Malam-malam yang menjadi sebuah kisah romantis picisan,kisah yang menumbuhkan duri di hati tiap-tiap manusia.

Selasa, 03 Juli 2012

Malam Manis Milik Kita

Burung-burung malam pelan-pelan membisikkan dogma dunia
Sebagai sebuah supremasi atas diriku dan dirimu.
Nyanyiannya mengajak malam menikmati hangat antar kita berdua
Dalam simphoni cinta yang tercipta.
Kesunyian yang ada membebaskah gairah cinta kita berdua
Dalam pelukanku kau bersandar,
Dalam hangatmu aku tersadar,
Kini kau telah menguasai setitik cahaya di hatiku.

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...