Kamis, 22 November 2012

Cerita di Kampus Indraprasta


Bagian 1 : “Kisah Ramadhan”

“seperti kebanyakan kata orang, setiap ada pertemuan, selalu akan ada perpisahan. Seperti pun itu kata Tuhan, selalu ada kematian setelah kehidupan.. walau begitu, aku ingin mempunyai arti sedikit lain dari akhir sebuah perjumpaan..”

Wajah-wajah baru akan selalu datang. Kita hanya butuh waktu untuk menjumpanya. Dan wajah-wajah baru juga akan hilang, kita pun hanya butuh waktu untuk menemuinya. Inilah cerita awal dari saat aku akan PPL di SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Kami selalu punya pilihan akan suatu kehidupan, dan karena pilihan itulah kami bisa bertemu di gedung B3 FBS. Dari yang perkenalan sampai pembentukan struktur organisasi, kami bentuk disana. Di sini pulalah aku kali pertama mengenal yang namanya Ayu, Niken (Bahasa jawa), Nitta, Rio, Anif (Bahasa Inggris), Ria, Rendra (Akuntansi) dan Chila dan Juju (Bahasa Arab). Ditambah dengan Yana, teman se-Matematikaku.

Jumat, 26 Oktober 2012

Saat Pertama Bertemu Kalian


“ini adalah cerita ketika ku mengajar dan bertemu anak-anak Catensi..”

Katanya pertemuan pertama itu penting ya? Ya memang penting, karena dari pertama bertemu, kita bisa membuat kesan dan mungkin juga pesan. Oke, sebelumnya, sebenarnya, bukan kelas X Animasi yang diberikan kepadaku, tetapi kelas XI Akuntansi yang diberikan oleh Bu Anita kepadaku. Namun, pada akhirnya, Bu Anita menyerahkan kalian kepadaku untuk diasuh,hehehe…

Oke, itu mukadimahnya,hehehe… saat pertama kali diserahi oleh Bu Anita, beliau bilang gini, “mungkin kelasnya yang ini agak susah mas, soalnya cowoknya lebih banyak dari X AK dan XI AK, jadi lebih rame..”

Pertanyaanku, apakah cowok itu yang membuat rame? 

Rabu, 24 Oktober 2012

Aqua Regina


Hal yang aku sesali ialah saat aku bertemu denganmu, adalah saat aku terjatuh dalam jurang patah hati, saat aku menginginkanmu, justru saat sudah ada tembok perbatasan yang memisahkan kita… andai saja semua itu tak ada sebelumnya..”

Namanya Vani Febri Itsnani, biasanya dipanggil Vani. Dalam bahasa yang agak alay,hehehe…. Biasanya aku sebut dia Phaney. Aku kali pertama bertemu phaney ialah saat semester 3, tahun 2010, kala itu kita secara tidak sengaja serombel dalam rombel ganungan mata kuliah Aljabar Linear 2. Kesan pertama aku bertemu dengannya ialah, aku terkesima. Padahal sudah tiga semester aku kuliah, namun aku baru pertama melihatnya kini. Dan, aku tahu, suatu saat aku akan mengenalnya lebih dekat. 

Senin, 22 Oktober 2012

Saya Mencintaimu Bukan Karena Syarat


Saya rasa, saya mencintaimu bukan karena suatu syarat,
tapi karena hati saya mengatakan "ini untukmu".
dalam kalimat yang alami,
saya tak ingin melihat kesedihan di wajahmu lagi,
oleh karena itu saya ada di sini.
mengusik seluruh sepi yang kau simpan sendiri.
namun, saya tak mengerti.
karena kau tak butuh aku.

Jumat, 05 Oktober 2012

Catatan Metode Numerik


Berbicara sekolah maupun kuliah, tentunya kita akan mengenal betul apa yang namanya itu mencatat. Sejak zamannya SD, SMP, SMA sampai sekarang, kuliah, aku selalu berusaha untuk memiliki hobby mencatat,hehehe…  bagiku catatan tidak hanya Cuma kumpulan pengetahuan saja, namun juga sebuah dokumentasi ketika kita bersekolah. Kita jadi ingat apa-apa saja yang terjadi dulu ketika kita membuka catatan kita kembali.

Namun, ketika kuliah, ada beberapa mata kuliah yang membuatku tidak berselera buat mencatat. Banyak alasan yang membuat selera mencatatku hilang. Entah itu karena ngantuk, karena duduk di belakang sehingga tulisannya tidak jelas atau juga karena aku gak mudeng sama sekali sama mata kuliahnya,hehehe…

Dari sekian banyak, atau sekian sedikit ya, mata kuliah yang aku tempuh dan tidak pernah mencatat ialah metode numerik. Mata kuliah ini benar-benar membuat iman saya kuat, kan katanya kebersihan itu sebagian dari iman, maka tidak mencatat itu artinya menjaga kebersihan, maka otomatis iman saya pun semakin kuat,hehehehe…

Rabu, 26 September 2012

Seperti Saat Itu


Kau adalah wajah baru, yang selalu aku ingat dalam pikiranku. Dimana bayangan tentang senyummu, kini menjadi buah hati yang melahirkan senyuman di wajahku. Kaulah gambaran kecil dari sebuah peri yang aku rindukan sayapnya, untuk membawaku terbang di kepingan waktu yang tersisa.. untuk kita berdua. Seperti saat ini.

Baru saja aku menemukan kebosanan di tempatku berada. Seolah-olah semua rutinitas ini menjadi hal yang ingin ku tinggalkan. Hanyalah kamu yang aku ingat. Dengan kenangan saat kita bersama, tawa dan senyum saat kita bersua, serta kemarahan dan kebencian, seperti saat ini. Aku tak ingin kau pergi.

Jumat, 07 September 2012

Sketsa Akhir


“kematian, akan selalu dan pasti akan datang..”

Sebuah malam gelap menghampiriku saat itu. Saat-saat hati terasa sangat perih oleh luka yang menggores. Saat kebekuan akan keceriaan menghampiriku. Aku melihat semuanya, seperti garis-garis pendek yang seolah-olah nafas akan menjadi akhir. Itu saat, aku kehilangan cinta. Saat aku kehilangan seseorang yang pernah menjadi bagian dari kehidupanku.

Sabtu, 01 September 2012

Hanyalah Sunyi

Saat hidup sudah akan berteman dengan mati
Ketika  jiwa sudah tak lagi dalam hati
Waktu detik – detik tak lagi mengalir dalam nadi
Semua adalah sunyi

Minggu, 26 Agustus 2012

Kebo

Rintik hujan di malam hari, seperti kala ku bayangkan dirimu
dalam penantian kala kau marah
menutup percakapan,
serta kehangatan antara kita.
Kau, kini, terdampar dimana?
padahal baru saja aku membayangkan,
memilikimu.
mendekapmu.

Jumat, 10 Agustus 2012

SammyKirana

Prolog : “ku coba memahami tempatku berlabuh,
Terdampar di keruhnya satu sisi dunia..
Hadir di muka bumi,
Tak tersaji indah,
Ku ingin rasakan cinta….”

…………………
Sebuah lagu dari Dewa 19, yang aku dengarkan lagi mala mini membawaku pada saat pertama kali aku mendengarnya.. lagu yang menegangkan setiap kali dibawakan. Aku ingat, waktu itu kelas X, aku baru benar-benar tahu akan liriknya. Sebelumnya, aku hanya sekilas saja mendengar lagu ini. Ini adalah single Dewa 19 pada tahun 1997, pada Album Pandawa Lima. Dan, lagu ini kemudian menjadi sesuatu, yang aku banget…
Seolah –olah liriknya memang diciptakan untuk aku. 

Rabu, 08 Agustus 2012

Karakter

Aku merasa lelah berjalan di tepian ini,
Tak terasa jarak yang ku tempuh.
Seberapa jauhkah?
Ku terhalang pesona,
Malam-malam penuh bintang.
Deburan ombak di pesisir pantai.
Kicauan lembut burung-burung gereja di senjanya
Cahaya rembulan yang menerangi kesunyian hariku.
Seolah adalah gambaran wajah-wajah yang baru saja aku lihat.
Dan itu sebuah karakter yang sama.
Tidak jauh berbeda dengan dulu,

Sabtu, 04 Agustus 2012

Tersia-sia

Merajut bintang di persimpangan sepi
Menanti apa yang jatuh
Seolah sendiri tergugah hati
Untuk menyapa gerangan berdiri
Hanya mata tajam mengawasi
Bahasa – bahasa bergelisah
Apakah sedang susah?
Ataukah menunggu seseorang?
                       
Kau memanggil sayang
Namun kau terbuang

Jumat, 03 Agustus 2012

Kangen

“Baru kali ini, aku merasakan kesepian tanpa kehadiranmu… tidak seperti hari-hari biasanya…”

Malam ini terasa aneh bagiku. Entah kenapa, perasaan tak tenang menemaniku. Rasa-rasanya ada yang hilang, seolah-olah bagian dari jiwaku ada di sisi lain. Aku mendengar suara-suara lirih membahana, mengatakan tentang cerita, cerita milik kita. Ya, malam ini, malam pertama aku tanpamu. Kau dan aku terpisah oleh ruang dan waktu, dimana jarak menjadi penahan pelukan kita, dan waktu menjadi terali kerinduan kita.

Aku ingin melihatmu lagi di sisiku, seperti malam-malam sebelumnya, kala kita menghabiskan setengah malam bersama. Tidak peduli akan dinginnya malam yang menusuk hingga ke tulang, atau sepinya suara di keramaian massa, karena terasa hanya aku dan kau.

Rabu, 25 Juli 2012

Langgar

Prolog : “kala menjadi manusia dewasa, menjadi makhluk yang termakan usia, hal yang paling manis adalah cerita, kenangan-kenangan kala kecil, kala raga ini masih muda dan semuanya tentang masa lalu menjadi sangat manis untuk diingat kembali..”

Begitu banyak cerita yang ada di dalam kehidupanku, tentang masa kecilku. Ya, yang terindah dan paling menyenangkan di segala masa ini, ialah masa-masa anak-anak. Masa dimana kita bisa bermain, belajar polos tanpa beban apa pun.

Seperti pun bulan Ramadhan ini, kala aku pulang ke Batang, kampung halamanku, aku menemukan sejuta kenangan yang bisa aku ingat kembali. sejuta kenangan dari sederet rentetan manis cerita di masa lalu. Kenangan kala shalat di masjid ini. Masjid Baitul Hidayah.

Rabu, 18 Juli 2012

Do'a

Kepada Yang Maha Kuasa pemilik raga dan jiwa manusia..
Aku telah kalah hari ini,
Dalam suatu peperangan yang bersandar jiwa
Tinggal raga berhampa jiwa.
……
Kepada pemilik cinta rakyat manusia.
Aku telah runtuh hari ini.

Minggu, 15 Juli 2012

Gantung Leher

Prolog : “……orang yang punya hati tegar tak mungkin bunuh diri walau menghadapi kesulitan seperti apa pun…”

Sebuah kisah.

Ini adalah cerita dari serial detektif kindaichi jilid ke 10, yang berjudul : “Pembunuhan di Sekolah Gantung Leher”. Awal dari cerita bermula dari Kindaichi-juga Miyuki-yang mengikuti tes di Colegge yang akrab disebut Sekolah Gantung Leher. Ya, karena di sekolah ini banyak yang mati gantung diri karena stress menghadapi ujian. Sayang, awal kedatangan mereka disambut kurang baik oleh ketidaknyamanan suasana, terjadi tragedi ‘darah ayam’ yang mengotori lembar jawaban tes masuk college.

Dan itu jadi awal dari sebuah kasus yang sebenarnya berasal dari dendam di masa lalu.

Jumat, 13 Juli 2012

Dalam Kardus

Prolog : “ketika hati ini tetapkan pilihan… adakah kuasa diri ‘tuk coba abaikan…”

Dalam do’aku, aku ingin hidup di hatimu. Kala kesepian melandamu, kau masih memikirkanku, kala sunyi hadir di harimu, kau masih membayangkanku. Kenangan-kenangan singkat antara kita berdua, menjadi buku yang harus dimasukkan dalam kardus. Ke dalam kotak yang mungkin tak akan dibuka lagi.

Olehku, atau pun olehmu.

Kau, memvonis garis perpisahan di antara kita. Semudah itu kau ucapkan? Sebuah kata yang sangat berat aku terima kenyataannya.

Cerita Milik Kita

Prolog : “Inginnya aku lama bersama kamu..”

Angin laut berhembus mesra di antara kita. Seolah-olah sejuknya menawarkan selamanya ingin di sini. Seperti yang kau pernah katakan padaku, kau akan menemaniku di pantai ini. Kita melihat berdua, deburan ombak di sisi utara kota ini, dimana perlahan-lahan hari menjadi senja, dan matahari terbenam menjadi penantian kita berdua.

Ya, untuk melihat matahari terbenam di birunya laut yang menjadi gelap. Suatu hal yang kau jarang ketahui. Bebatuan ini menjadi sandaran aku untuk mendekapmu. Menghapuskan kesedihan yang sempat menerpa kita berdua. Dalam garis ketidakpercayaan yang kemudian menjadikan supremasi atas jauhnya diri kita.

Rabu, 11 Juli 2012

Malaikat Kecilku

Prolog : “Bila ada satu kalimat sederhana yang ingin ku ucapkan kepadamu, ialah aku sayang padamu selamanya ibuku….”

Hari ibu. Baru saja berlalu dengan semaraknya warna di berbagai media. Deru-deru yang menghiasi ponsel, Koran, internet dan berbagai media lainnya.

Ibu, adalah sesosok malaikat kecil yang diturunkan kepada kita. Walau dia tiada bersayap, atau bisa membawa kita terbang, namun aku percaya, ada sayap di dalam cintanya, yang memberikan rasa aman kala kita gundah, ada cahaya di balik sayapnya yang memberikan terang di gelapnya hari kita.

Sabtu, 07 Juli 2012

Satu

“Aku ini adalah dirimu, cinta ini adalah cintamu..
Aku ini adalah dirimu, jiwa ini adalah jiwamu..
Rindu ini adalah rindumu..
Darah ini adalah darahmu…”

Aku terbentuk dari sebuah gelap malam tanpa bintang. Di kala bintang-bintang enggan menampakkan wujudnya. Di kala sinar rembulan menjadi sunyi oleh terangnya. Malam-malam yang menjadi sebuah kisah romantis picisan,kisah yang menumbuhkan duri di hati tiap-tiap manusia.

Selasa, 03 Juli 2012

Malam Manis Milik Kita

Burung-burung malam pelan-pelan membisikkan dogma dunia
Sebagai sebuah supremasi atas diriku dan dirimu.
Nyanyiannya mengajak malam menikmati hangat antar kita berdua
Dalam simphoni cinta yang tercipta.
Kesunyian yang ada membebaskah gairah cinta kita berdua
Dalam pelukanku kau bersandar,
Dalam hangatmu aku tersadar,
Kini kau telah menguasai setitik cahaya di hatiku.

Senin, 18 Juni 2012

Introvet


Hujan baru saja berhenti turun. Ku lihat cahaya matahari berganti awan gelap yang membawa malam turun di penghujung hari.

Lilin-lilin berpendar menggantikan cahaya matahari yang menghilang. Hawa dingin merasuk jauh ke sumsum tulang. Memelukku dengan dingin beku angin malam. Aku terpana. Tak ada bayangan, karena tak ada cahaya. Hanya ada wajah-wajah gelap. Kisah pilu, tentang cinta, ketidakadilan, kemarahan, keputusasaan, dan perpisahan. Seolah-olah semuanya hanya menjadi penindasan atas sejarah. 

Aku berlari menhampiri rumahku, masih sangat basah tubuhku oleh air hujan. Terdiam aku berdiri di ujung pintu. Ada tulisan di pintuku. “kau adalah diriku”.
Sesuatu kata merasuk ke dalam alam bawah sadarku.

Jumat, 15 Juni 2012

Duniaku

Pemilik dunia ini adalah aku
Tatanan kecemasanmu
Sesakkan nafas dirimu
Kau adalah ayat –ayat setan
Kau adalah bisikan jahanam
Kau adalah kebencian
Tercipta dari do’a
Ingin aku kau mati

Sabtu, 09 Juni 2012

Kisah Sebuah Album (“sebuah memory…” )

aku dan nomor lima, ‘riwayat hidup’..”

Sebuah album tercipta
Oleh seutuhnya  sesaat  harapan
Mengaguminya
Menulis guratan tiap jengkal
Langkah nadi  yang  menggambarkan
Bentangan pandang indahnya
Dirinya
Seolah aku merasuki diriku
Kemudian hatinya
Lalu dirinya
Dan  jatuh dalam buaian
Setengah cinta

Selasa, 05 Juni 2012

Perjalanan

“waktu jalan kita tiada tahu nasib waktu…“

Tiga pemuda berjalan menyusuri kabut jati diri
Bertanya akan wajah yang akan hadir di baliknya
Dan seberang kegelisahan
Atau secercah senyuman.
Tiga pemuda hanya melangkah menepiskan lelah
Memeluk rasa jenuh akan kepenatan 

Sabtu, 02 Juni 2012

Dualisme

Kamarku, 30 Mei 2012.

“sebuah jarak terbentang antara kita karena ada ketaksepahaman antara kita. Menjadikan samudra perbedaan yang memisahkan diri kita..”

Hariku baru saja hampir berakhir. Warna-warna jingga cahaya berganti gelap malam penuh bintang. Cahaya menawarkan sebuah hamparan persembahan kepadamu. Kepada kita yang telah berdiam diri di pertemuan kita. Ku dengar detak jantungku, serasa kesendirian ini menjadi perih saat aku membayangkan hal-hal yang di luar logika kala kau tak di sampingku. Entah kenapa kau selalu memulai perpisahan antara kita? Atau sekedar kebisuan yang seharusnya menjadi barang tabu untuk kita miliki. 

Selasa, 22 Mei 2012

Vakum


lelah aku menyaksikan segala yang terlintas di hariku.
inginku sejenak berhenti di perlintasan waktu.
biarlah semua terjadi tanpa sejenak aku tahu.
ku kan menyaksikan tanpa tanganku meraih sesuatu yang datang kepadaku.
sejenak aku meminta waktu kepada semua,
untuk istirahat dari dunia ini.
aku kan kembali suatu saat nanti.

Sabtu, 12 Mei 2012

Wajah di Traffic Light


Mei 2012, hari kesembilan.
Di sebuah traffic light di dekat rumah sakit kota domisiliku.

Matahari sudah mendekati waktunya dia akan tertidur, lampu-lampu kota mulai bersinar perlahan menggantikan lembayung senja yang sebentar lagi akan beranjak pergi. Jalan-jalan masih ramai, walau malam sebentar lagi akan datang. Saat-saat inilah, aku melihat wajah-wajah kecil di perempatan itu. Wajah-wajah polos yang disulap menjadi robot-robot oleh pihak-pihak yang ……

Jumat, 11 Mei 2012

Tentang Kau

aliran waktu tanpa kau ada
hanyalah ruang hampa
selembut bunda, kasihmu
selaraskan anganku dengan harapmu
kaulah, hamparan permai kedamaian
sebagai arti yang tinggal
curahan hati

Kamis, 10 Mei 2012

Sangkar Pinta


Rasanya, tiada dapat aku berdiam diri lagi
Di tengah kebisuan yang kita ciptakan
Dan terpenjara di sangkar pintamu
Setali perih yang kau pintalkan untukku
Menjerat kita ditengah lingkaran kesombongan
Bahwa aku telah ada di hatimu.
Seperti pun aku.

Selasa, 08 Mei 2012

Secarik Kertas

Di secarik kertas putih milikku, aku menuliskan namamu..
Agar kau ingat saat kau baca di kemudian hari,
Tentang wajah manismu,
Seperti yang aku ceritakan di kertas itu.
Tentang lembut perhatianmu yang menepis gundahku,
Tentang suaramu yang merdu dan menarik seluruh kerinduanku.
Seperti cerita yang ada dalam kertasku untukmu…
Kaulah yang menuliskan senyuman kecil di wajahku..
Kala aku kembali bertemu senyap sepi.

Rabu, 02 Mei 2012

Roman Bisu di Kampus Biologi

Tiap kali aku melihatmu di sisi gedung sana
Dengan jaket biru muda dan rambutmu yang terurai,
Selalu aku terpana akan wajah yang tak pernah ingin aku acuhkan
Ialah itu paras manismu…
Tiap kau selalu ada di sisi gedung itu,
Bersandar pada kokohnya dinding yang menghapuskan sejenak keluhmu,
Aku kembali teringat,
Tentang cinta yang selalu kau ceritakan di dunia itu
Dan tentang kerumitan yang coba kau sulamkan sendiri dalam mimpimu.

Kamis, 26 April 2012

Sebuah Lukisan

Dia yang melukiskan aku arti
Harus menghilang mati dalam sunyi

Sementara waktu berlalu
Tak pernah sepi akan jeritan hati
Seutas bujur sangkar yang ia kibarkan
Meresapkan detak – detak jantungku
Ke dalam wadah hasrat berkobar

Minggu, 22 April 2012

Aku Tak Mampu Berhenti Menangis Malam Ini

Dia akan mencintaiku selamanya
Seperti kata yang dia ucapkan kepadaku
Walau (ku tahu) hatinya bersandar di kenangannya
Itulah siratan yang dia nyatakan kepadaku

Sabtu, 21 April 2012

Mentang-Mentang Kau Punya Kursi

Wahai kaum eksekutiif
Janganlah kau sewenang – wenang
Memang kau punya kekuatan
Tapi bukan untuk mainan

Banyak rakyat kesusahan
Bukan bantuan kau berikan
Jangan kau gunakan jabatan
Hanya untuk kesenangan

Senin, 02 April 2012

Kisah di Pemakaman



Hujan rintik membasahi tanah merah itu,
Ku lihat engkau bersimpuh memandangi nisan itu.
baru saja membenamkan raga yang membeku
waktu akhirnya membawa  dia pergi,
……….

Jumat, 30 Maret 2012

Aku Tak Ingin Malaikatku Menangis


Sepertinya aku mendengar ada malaikat di nuraniku menangis
Ketika aku tak menyebut nama-Mu
Sepertinya ku mendengar detak jantungku melemah
Ketika aku tak menyembah-Mu
Sepertinya aku mendengar hatiku berbisik tersedu
Saat aku meninggalkan perintah-Mu

Sabtu, 10 Maret 2012

Andai Aku Hidup di Zaman itu

Andai aku hidup di zaman itu, aku akan melihat mereka berjaya
Dan terpecah-pecah oleh hasrat yang membara
Dimana cinta menjadi harga jual beli
Ditafsirkan oleh gelimang senyum rupiah,
Andai aku berfikir pada zaman itu,

Rabu, 07 Maret 2012

Boneka Darma

Prolog : “Darma itu pinter ya,,berkali-kali ia jatuh, pasti bangun lagi tanpa menangis…”

Ini adalah cerita tentang Nobita. Kisahnya dimulai ketika Doraemon pulang dari bermain dan mendapati Nobita dalam keadaan tertidur lemas. Ketika dibangunkan, dia menjawab dengan jawaban seperti tanpa semangat Nobita. Why? Ada masalah apa?

Minggu, 04 Maret 2012

Cinta Sudah Cukup Sampai di Sini.

Bunga-bunga layu berteteskan embun di pagi hari,
Senyumnya redup seperti saat aku terbangun ini
Ketika kau tak lagi di sini.
Wangi rembulan sebelum meinggalkan malam
Terbawa peluk waktu hingga malam terbenam
Seperti kau yang tiada di sisiku

Sabtu, 03 Maret 2012

Kurang dari 100%

Sering kita menjumpai bahwa 100% untuk Tuhan, dan sisanya untuk kita. Berapa sisanya? 99, 98,... atau berapa? Ku ingat lagi, bahwa kita punya 99% dari 100% itu. Bagaimana pun Tuhan tidak akan merubah kehidupan kita sebelum kita yang merubahnya, dalam arti lain kita bisa punya 100%. Namun tetap 100% itu milik Tuhan,

Kamis, 01 Maret 2012

Romantisme di Pantai Senja (vfi…”)

Di suatu pantai yang batas tepinya adalah cahaya senja
Aku berduduk diam melamunkan wajahmu
Derai-derai ombak yang membasuh langkahku di pasirnya
Seperti sebuah sepi yang merasuk jauh ke dalam di hatiku
Yang datang karena kata-kata yang telah kau ucapkan.

Rabu, 29 Februari 2012

Cerita kerinduan di penghujung senja

Saat senja datang.
lembayungnya  menghapus sinar sang mentari
Terdengar bisikan angin membawaku
Ke detak-detak jarum jam yang lirih berbunyi
Kini  kurasakan lagi segenggam kesunyian

Jumat, 24 Februari 2012

Daerah Perbatasan

Sesosok malaikat membawaku ke angkasa
Aku melihat sayap-sayap milik pejalan tirani terdahulu
Tangan dan kaki mereka terbelenggu
Leher mereka terjerat
Seolah-olah satu tangan iblis merasukinya.

Sabtu, 18 Februari 2012

Aku dan Sepak Bola

I. Mukadimah

Sepak bola merupakan salah satu olahraga terpopuler di jagat raya ini. Kepopuleran yang mampu membius impian anak-anak untuk menggelutinya. Sedemikian pula anak-anak di kampungku, waktu kecil pun aku sempat bercita-cita untuk jadi pemain sepak bola yang hebat. Bermain di lapangan berumput hijau, mencetak gol

Kamis, 16 Februari 2012

Sang Dewi

Tatap matamu hadir dalam dimensiku
Seperti garis yang menembus ruang hampa,
Kau menusukku dengan sepinya kata-katamu
Senyum manismu datang di garis lelahku

Selasa, 14 Februari 2012

Ketika Musim Berubah

Di tengah keramaian, aku sedang menyendiri tanpa tujuan.
Aku masih punya keberanian untuk melawannya,
Tapi aku juga takut suasana ini rusak

Selama ini aku selalu berdua
Dan belum terbiasa dengan kesendirian ini

Awan membawa pagi, ditiup angin,

Sabtu, 11 Februari 2012

Untuk Mereka

Dekaplah bayang wajah mereka
Mengimajinasikan saat mereka tiada
Atau kau yang tiada.
Hingga kau pun sendiri, di hiruk pikuk dunia.
Atau terdampar di kegelapan alam fana.

Peluklah, cinta mereka
Sebelum nafas habis menebas cintanya.
Semaikanlah tangis keharuan,

Entri Populer

"Sabar dan Jalanin aja Jef.."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...